Lunang, Pimpinan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Peri Hariyanto, SP bersama Penyuluh Pertanian Eni Warnita, SP, Nelvi, SP, Hasmanela dan Rizkafinda, SP dan petani anggota SL melaksanakan Sekolah Lapang (SL) dan tanam padi dengan manfaatan Mulsa tanpa olah tanah (MTOT) merupakan metode pertanian yang ramah lingkungan, dimana pemanfaatan sisa tumbuhan pasca panen menjadi sarana dalam melakukan aktivitas taninya. Pada hari Selasa 06 Juni 2023 di Nagari Pondok Parian Kecamatan Lunang, Salah satu petani mulai menerapkan metode MTOT tersebut. Eri Hermanto salah seorang petani yang memanfaatkan metode tersebut mengatakan, penggunaan Mulsa dari sisa tanaman untuk mengolah lahan persawahan sangat banyak manfaat. Ia menguraikan, metode penggunaan mulsa media bekas tanaman adalah salah satu cara yang sangat ramah terhadap lingkungan, karena dapat mengurangi pemakaian pupuk kamia lainnya. Bekas tanaman atau mulsa ini disebarkan pada lahan yang sudah dibuat bedengan, setelah itu kita tinggal melakukan penanaman bibit tanaman tanpa mengolah tanah lagi, pada lahan sawah yang kami kelola kami menggunakan media jerami.
Metode tani MTOT ini juga sangat membantu petani, baik secara ekonomi, dimana biaya untuk bertani nyaris tidak ada jika dibandingkan dengan cara bertani konvensional, disamping itu juga menguntungkan bagi dampak kesehatan lantaran mengurangi penggunaan pestisida dan pupuk kimia, yang paling penting adalah kualitas padi yang semakin baik, terhindar dari bahan kimiawi dan terjamin lebih aman untuk dikonsumsi. Namun, lanjutnya yang terpenting adalah dengan menggunakan metode bertani MTOT maka pembukaan lahan terhindar dari cara-cara yang melanggar hukum, seperti membakar yang dapat menimbulkan karhutla dan dampak hukum bagi petani. Jadi metode MTOT ini sangat kompleks manfaatnya, dimana secara langsung petani turut menciptakan udara bersih dan mencegah terjadinya karhutla serta peningkatan hasil produk dan terjaga kelembaban tanah.
Program Udara Bersih Indonesia, tersebut kembangkan dalam upaya untuk mitigasi perubahan iklim dengan mengurangi pembakaran lahan pertanian dan menciptakan udara bersih di Indonesia khususnya di Kabupaten Pesisir Selatan, serta meningkatkan ekonomi petani melalui penerapan praktek pertanian yang dapat mewujudkan Udara Bersih dengan teknologi Mulsa Tanpa Olah Tanah, Bedengan tutup jerami. Wilayah binaan Penyuluh Pertanian nagari Pondok Parian Lunang.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!