Jl. DR. Moh. Hatta Painan,
Kabupaten Pesisir Selatan.
Umum
Memperbaiki Tatakelola Komoditas Gambir, Mentan tugaskan PTPN IV
09 Jun 2026 16:47:41 WIB 1x dibaca
BIDANG PERKEBUNAN
Tindak lanjut keluhan petani gambir kunjungan Menteri Pertanian 16 Oktober di Sumatera Barat, Mentan menugaskan PTPN IV untuk melakukan kajian terkait hilirisasi dan tata kelola komoditas gambir. Sebagai bentuk keseriusan dari tindak lanjut ini PTPN IV menggandeng Universitas Andalas untuk melakukan feasibility study (FS) untuk menetapkan langkah langkah kongkrit yang harus dilakukan. PTPN IV dan universitas andalas sudah beberapa kali melakukan kunjungan ke Pesisir Selatan untuk melakukan kajian dengan stakeholder gambir antara lain pemerintah daerah, Asosiasi Petani Gambir, Petani Gambir dan IKM (industri Kecil menengah) Gambir. Hipotesis awal untuk meningkatkan daya saing komoditas gambir ini adalah pembangunan 5 Pabrik Gambir di 3 kabupaten penghasil gambir, untuk mendukung hal tersebut bidang perkebunan sudah melakukan pendataan, pemetaan petani gambir dan pendataan rumah kempa gambir.
Kunjungan PTPN IV ke Pesisir Selatan pada tanggal 7 Mei 2026 menyampaikan hasil FS universitas andalas, hipotesis awal pembangunan pabrik tidak realistis dilaksanakan sementara ini karena persoalan utama komoditas gambir adalah pasar. Pasar gambir dimonopoli oleh India, yang digunakan sebagai jamuan dalam budaya dan upacara masyarakat india. Walaupun ada ekspor dari india ke Negara lain yang cukup besar ternyata juga digunakan oleh perantau india. Secara penelitian memang gambir memiliki banyak senyawa yang dibutukan untuk indutri, namun produk turunan gambir sendiri masih terbatas digunakan oleh industry. Katekin yang digunakan oleh industry ternyata sebagian besar berasal dari katekin teh. Melihat data awal dari FS ini pembangunan pabrik gambir tidak lagi efektif untuk mendukung hilirisasi gambir.
PTPN IV mengambil langkah melakukan revitalisasi sentral gambir di Kecamatan Sutera untuk ditambahkan line produksi untuk pemurnian gambir. Sentral gambir ini ini sudah dibangun pemerintah Pesisir Selatan, namun belum dimanfaatkan secara optimal. PTPN IV yang sudah berpengalaman dengan Pabrik Pengolahan Tandan Buah Segar Kelapa Sawit tentu akan mampu meoperasikan sentral gambir ini dengan optimal. Bermodalkan jaringan PTPN IV di luar negeri dan kerjasama dengan atase perdagangan diharapkan upaya awal ini mampu membuka pintu alternative lainnya dalam memperbaiki tata kelola gambir. Ini adalah bentuk keseriusan pemerintah dalam memperbaiki kesejahteraan petani gambir.