Dinas Pertanian Kabupaten Pesisir Selatan
Populer: Berita Pengaduan PPID
Telepon (0756) 7464085
Email disperta@pesisirselatankab.go.id
Umum

Retensi Plasenta Pada Kerbau di Air Kalam Lakitan Tengah

03 Jun 2024 15:56:45 WIB 6x dibaca
PUSKESWAN SUTERA
Retensi Plasenta Pada Kerbau di Air Kalam Lakitan Tengah
Pada Senin, 03 Juni 2024 petugas puskeswan sutera, Mukhtaridi, S.ST melakukan penanganan dan pengobatan pada kasus Retensi Plasenta pada kerbau di Air Kalam, Lakitan Tengah. Retensi plasenta, juga dikenal sebagai retensi selaput janin, adalah suatu kondisi ketika selaput janin gagal terpisah dari sisi ibu setelah anak kerbau lahir. Hal ini biasa terjadi pada masa nifas, yaitu masa segera setelah melahirkan ketika ibu kembali beraktivitas normal sebagai persiapan untuk siklus berikutnya. Tahapan Parturisi pada Ternak : Pada kerbau, proses melahirkan disebut calving, dan terdiri dari tiga tahap: pelebaran serviks, lahirnya anak sapi, dan lahirnya plasenta. Biasanya, plasenta dikeluarkan dalam waktu 3 hingga 8 jam setelah melahirkan. Jika tetap tidak dikeluarkan setelah 12 jam atau lebih, ini menunjukkan kondisi patologis. Penyebab Retensi Plasenta pada Ternak : Retensi plasenta umumnya dikaitkan dengan distosia (kesulitan melahirkan), demam susu (penyakit metabolik), dan kelahiran kembar. Penyebab utamanya adalah kontraksi uterus yang tidak mencukupi atau kegagalan vili kronis pada kotiledon untuk melepaskan diri dari kripta di curancles. Hal ini dapat disebabkan oleh infeksi rahim dan penyakit seperti Brucellosis, TBC, dan Trikomoniasis. Penyakit lain yang disebabkan oleh Salmonella, coliform, coccidia, dan corynebacteria juga dapat menyebabkan kontraksi miometrium. Penyakit rahim seperti penyakit gembur-gembur pada selaput janin, torsio uterus, distosia, kelahiran kembar, dan gigantisme janin merupakan faktor tambahan yang dapat menyebabkan retensi plasenta. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Retensi Plasenta: Kekurangan karoten, vitamin A, dan selenium diketahui meningkatkan kejadian retensi plasenta, kemungkinan besar disebabkan oleh perubahan epitel yang melapisi kripta plasenta. Faktor penatalaksanaan seperti kandang kandang, terbatasnya pergerakan di zero grazing, dan terus menyusu pedet juga dapat mempengaruhi terjadinya retensio plasenta. Pengangkatan pedet secara prematur melalui operasi caesar dapat menyebabkan tertundanya pengeluaran plasenta.
Berikan Reaksi Anda
Bagikan Berita
Kategori
Umum
0 Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tulis Komentar
Mohon masukkan nama Anda.
Mohon masukkan email yang valid.
Mohon tulis komentar Anda.