Dinas Pertanian Kabupaten Pesisir Selatan
Populer: Berita Pengaduan PPID
Telepon (0756) 7464085
Email disperta@pesisirselatankab.go.id
Umum

Program Transfer Embrio Pada Sapi

29 Nov 2023 19:15:33 WIB 20x dibaca
PUSKESWAN SUTERA
Program Transfer Embrio Pada Sapi

Transfer Embrio (TE) adalah merupakan bioteknologi reproduksi kedua setelah Insseminasi Buatan (IB). kegiatan TE dimulai dari produksi, distribusi/penyebaran, dan transfer embrio. Embrio sebagai hasil pembuahan sel telur yang unggul dan dibuahi dengan sperma dari pejantan yang juga memiliki mutu genetic unggul (Nurwidayati, 2011). Menurut beberapa ahli, yang dimaksudkan dengan transfer embrio adalah suatu metode buatan dalam perkawinan dengan cara membentuk embrio dari seekor betina induk unggul, yang disebut donor, kemudian dipindahkan dan dicangkokkan kedalam saluran reproduksi induk betina lainnya dalam spesies yang sama, yang disebut resipien (Bedirian et al. 1977) Melalui teknologi TE bukan hanya potensi pejantan saja yang dioptimalkan, melaikan potesi dari betina berkualitas unggul juga dapat dimanfaatkan secara optimal (Cunningham, 1989). Hasil dari betina unggul ini ternyata secara alamiah hanya menghasilkan satu atau dua bibit unggul dalam jangka waktu sembilan bulan kelahitan. Tetapi dengan teknik TE bisa menghasilkan lebih dari dua embrio yang di panen. Melalui teknik TE, betina unggul tidak perlu bunting tetapi hayan menghasilkan embrio – embrio yang selanjutnya untuk dititpkan pada resipien yang tidak harus genetic unggul tetapi mempunyai alat reproduksi yang normal hingga dapat memelihara anak sampai tahap patus (Mc Guirk, 1989) Untuk melakukan transfer embrio (TE) diperlukan hewan betina donor yang relatis unggul. Penentuan donor dengan menyeleksi hewan betina yang memiliki genetic unggul, sehat berumur empat sampai delapan tahun serta memperatikan siklus estrus yang normal (Pineda dan Bowen, 1980; Elsden et. al, 1987; Hahn et. al, 1980, Jillella, 1982) Keberhasilan dari teknik tansfer embrio sendiri sangat bergantung pada (Siti, 2011) : a. Donor, sebagai produksi embrio transferable b. Resipien, dengan laju kebuntingan tinggi dan konsisten c. Prosedur, jadwal, teknik dan peralatan d. Sumber daya manusia, harus terampil Dalam pelaksanaan teknik ransfer embrio pada ternak terdapat beberapa masaah dan kendala yang harus di perhatikan diantaranya adalah (Siti, 2011) : a. Menentukan ternak donor yang mempunyai kualifikasi yang sangat bagus, b. Metode superovulasi serta koleksi embrio yang mudah dan ekonomis, c. Evaluasi, seleksi, dan penyimpanan embrio. d. Penyediaan resipien, serta e. Proses transfer embrio. Kesiapan ternak resipien sangat berpengaruh pada keberhasilan teknologi Keuntungan yang di dapatkan dari metode TE adaah memperbaiki kemampuan reproduksi hewan betina donor ataupun resipien. Elsden dan saidel (1982) mengemukakan bahwa beberapa keuntungan ai metode TE adalah sebagai berikut : a. Memperbaiki interval generasi antara tingkat seleksi dan progeny donor muda. b. Mempertinggi kapasitas reproduksi sapi betina induk atau dara. c. Memungkinkan memperoleh anak dari hewa betina yang infertile karena penyakit, luka atau oleh sebab lainnya. d. Memungkinkan pengembangan anak – anak yang dihasilkan mnjadi donor selanjutnya.

Berikan Reaksi Anda
Bagikan Berita
Kategori
Umum
0 Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tulis Komentar
Mohon masukkan nama Anda.
Mohon masukkan email yang valid.
Mohon tulis komentar Anda.