Pada rabu, 5 juni 2024 dokter hewan puskeswan terpadu sutera drh. Suci Nurul Hidayati melakukan pengobatan kepada kucing persia, umur 2 tahun jenis kelamin betina dengan alamat pemilik rawang gunung malelo. Berdasarkan gejala klinis yang di dapat kucing tersebut didiagnosa menderita penyakit Feline Calicivirus. Calicivirus pada kucing terkenal dengan terganggunya saluran pernapasan atas yang umum ditemukan jika terinfeksi virus Feline Calicivirus (FCV). Gejala klinis ini merupakan salah satu yang muncul selain gejala umum lainnya seperti pilek, bersin, dan juga demam. Calicivirus adalah patogen virus yang menular kepada semua jenis kucing. Virus ini tergolong dalam keluarga virus Caliciviridae, genus Vesivirus, salah satu yang kita kenal sebagai Norovirus yang menyebabkan gastroenteritis pada manusia. Simak penjelasan selengkapnya di sini. Apa yang Dimaksud dengan Calicivirus pada Kucing? Calicivirus pada kucing adalah patogen virus yang menyerang saluran pernapasan. Ada yang ringan hingga parah. Gejala klinis ini disebabkan oleh virus Feline Calicivirus (FCV). Jenis patogen virus ini dapat membawa penyakit baik pada spesies kucing domestik maupun eksotik. Si mpus yang terinfeksi virus biasanya akan mengalami pilek, bersin-bersin, hidung tersumbat, demam dan terkadang mengeluarkan air liur sebagai gejala awal Calicivirus. Bahkan, kucing juga akan mengeluarkan kotoran dalam jumlah besar dari mata dan hidung. Kasus terberatnya, kucing akan mengalami peradangan, bisul pada lidah dan lapisan mulut. Kehilangan nafsu makan hingga kelesuan juga dapat terjadi. Pada kasus ringan gejalanya bertahan dari lima hingga sepuluh hari, dan pada kasus berat bertahan hingga enam minggu. Feline Calicivirus (FCV) seringkali ditemukan di fasilitas penampungan kucing baik tempat penyelamatan maupun fasilitas penangkaran. Tetapi Feline Calicivirus (FCV) juga bisa menginfeksi si mpus yang tinggal di rumah dengan beberapa kucing. Kucing yang berisiko paling tinggi terkena infeksi adalah anak kucing dan kucing dewasa muda. Apa Penyebab Virus Calici pada Kucing? Menurut National Library of Medicine, penyebab pasti atau patogenesis infeksi VS-FCV tidak diketahui. Hal serupa juga disampaikan oleh ABCD Europe yang mengatakan bahwa “peran virus mirip FCV dalam epidemiologi pada hewan anjing dan kucing tidak pasti.” Meskipun begitu FCV diketahui sebagai family of virus dari Caliciviridae. Anggota dari keluarga virus ini menginfeksi kelinci, reptilia, burung, maupun amfibi. Beberapa varian genetik atau strain FCV pada kucing domestik dan juga liar di mana virus bermutasi dengan cepat dan mengarah ke jenis yang baru sehingga tidak bisa diatasi oleh vaksin. Pada banyak kasus penularan FCV melalui kontak secara langsung dengan air liur kucing yang terinfeksi baik cairan mata atau hidung, dan bersin. Cairan ini akan masuk melalui hidung, mulut, atau mata. Induk kucing yang terinfeksi juga dapat menularkan virus ke anaknya. Selain melalui sesama kucing, calicivirus juga dapat menyebar melalui manusia. Jika pet pals telah beraktivitas di luar dan tidak mencuci tangan, maka ada kemungkinan virus calici dapat masuk ke dalam kucing kesayangan saat pet pals sedang membelainya secara langsung. Jadi pastikan tangan pet pals selalu bersih saat ingin bermain bersama anabul. Selain manusia dan kucing, alat-alat makan seperti mangkuk atau benda lainnya yang sering digigit oleh kucing juga berpotensi menjadi sumber penyebaran. Apa Saja Gejala Calicivirus pada Kucing? 1. Nafsu Makan Hilang dan Demam Tinggi 2. Infeksi Saluran Pernapasan Atas 3. Gingivitis dan Stomatitis 4. Sindrom Pincang Apakah Ada Cara untuk Mengatasi Calicivirus? Saat ini belum ada pengobatan yang memadai dan ampuh untuk menghentikan FCV. tetapi kamu bisa melakukan perawatan suportif untuk kesehatan si mpus agar sistem kekebalannya mampu melawan infeksi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!