Rabies pada hewan khususnya anjing masih menjadi masalah dalam kesehatan masyarakat. Meningkatnya jumlah kasus gigitan hewan penular rabies ke manusia, menjadikan penyakit hewan menular ini menjadi prioritas karena sifat zoonosisnya.
Guna pengendalian dan pemberantasan rabies di Kabupaten Pesisir Selatan, salah satu tindakan yang menjadi target adalah dengan memberikan vaksinasi pada hewan yang berpotensi menimbulkan rabies. Pada Selasa, 4 Juni 2024, Bidang Keswan dan Kesmavet melaksanakan kunjungan monitoring vaksinasi rabies ke salah satu nagari di Kecamatan Lengayang dalam wilayah kerja Puskeswan Terpadu Sutera, yaitu nagari Kambang Utara.
Bidang Keswan dan Kesmavet yang dipimpin oleh Kepala Bidang Keswan dan Kesmavet, ibu Sri Rita Setiawati, S.Pt dan diikuti oleh pejabat fungsional medik veteriner, drh. Indosrizal, melakukan pengawasan terhadap jalannya proses vaksinasi. Tim vaksinator rabies Puskeswan Terpadu Sutera yang terdiri dari medik veteriner Puskeswan, drh. Suci Nurul Hidayati, dan paramedik veteriner, Sdr. Mukhtaridi, S.ST dan dibantu fasilitasi vaksinasi oleh tenaga admin Puskeswan Terpadu Sutera, Rahmi Yalti, S.Pt.
"Koordinasi terkait rencana vaksinasi rabies di nagari Kambang Utara ini sudah dilakukan jauh hari sebelumnya dengan cara menyurati wali nagari dan komunikasi via WhatsApp dan vaksinasi kali ini ditujukan untuk 3 kampung dulu, yaitu Kampung Pasar Baru, Kampung Kambang Harapan, Kampung Lubuak Sariak dan Kampung Padang Panjang " Ujar dokter Suci.
Hewan penular rabies (HPR) yang menjadi target utama vaksinasi adalah anjing, karena hewan ini memiliki risiko yang lebih tinggi terhadap penularan virus rabies. Sedangkan anjing yang sasaran utama adalah anjing berpemilik. Di antara anjing yang berpemilik, ada yang pemiliknya tergabung dalam organisasi Persatuan Olahraga Buru Babi (PORBBI).
"Monitoring yang dilakukan kali ini adalah pengawasan terhadap proses vaksinasi mulai dari aturan rantai dingin (cold chain) vaksinasi sampai cara pemberian vaksin dan handling hewan saat diberikan vaksinasi serta cara pemberian injeksi vitamin pendamping vaksinasi" Tambah dokter Andos.
Adapun vaksin yang diberikan kepada HPR yang saat ini dilakukan monitoring adalah vaksin yang bersumber dari APBD Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sumatera Barat dengan merk dagang Caprivac.
"Terkait dengan manajemen rantai dingin, vaksin harus tetap dijaga pada suhu penyimpanan 2 sampai dengan 8 derajat Celcius, akan tetapi saat diberikan ke hewan, justru vaksin sebaiknya diberikan mendekati suhu ruang, sehingga menyesuaikan dengan suhu tubuh seekor hewan". Imbuh dokter Andos.
Pada saat setelah vaksinasi didapatkan informasi dari petugas admin Puskeswan bahwa jumlah HPR yang dapat diberikan vaksinasi sampai siang ini sebanyak 60 ekor yang terdiri dari anjing dan kucing.
Semoga dengan agenda monitoring ini, pelaksanaan pelayanan vaksinasi bagi petugas Puskeswan di lapangan akan menjadi lebih baik, sehingga vaksinasi rabies yang diberikan dapat memberikan protektivitas bagi HPR yang berpemilik, dan pemilik beserta anggota keluarganya tidak merasa cemas akan bahaya akibat memelihara seekor anjing atau kucing.(#Andos).
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!