Dinas Pertanian Kabupaten Pesisir Selatan
Populer: Berita Pengaduan PPID
Telepon (0756) 7464085
Email disperta@pesisirselatankab.go.id
Umum

Koordinasi Puskeswan Terkait Penyakit Ternak yaitu Penyakit Bovine Ephemeral Fever (BEF)

31 May 2024 10:17:01 WIB 16x dibaca
PUSKESWAN KOTO XI TARUSAN
Koordinasi Puskeswan Terkait Penyakit Ternak yaitu Penyakit Bovine Ephemeral Fever (BEF)
Pada hari Rabu tanggal 29 Mei 2024 tim Puskeswan Terpadu Tarusan melakukan koordinasi dengan Bidang Keswan dan Kesmavet Dinas Pertanian Pesisir Selatan di Painan tentang penyakit menular ternak yaitu BEF. Anggota Puskeswan menemui Bapak Drh. Indosrizal sebagai pejabat fungsional medik veteriner muda. Dari hasil konsultasi dan koordinasi diperoleh informasi tentang penyakit BEF. Bovine Ephemeral Fever (BEF), disebut juga sebagai Demam Tiga Hari (Three Days Sickness), merupakan penyakit sapi yang bersifat akut yang disertai demam, dengan angka kesakitan (morbiditas) yang tinggi, akan tetapi angka kematiannya (mortalitas) rendah. Pada sapi potong, akibat dari penyakit ini akan menyebabkan penurunan produksi daging, yang ditandai dengan penurunan nafsu makan. Bovine Ephemeral Fever (BEF) disebabkan oleh virus Rhabdovirus, yang termasuk dalam familia yang sama dengan virus Rabies dan Vesicular Stomatitis. Virus ditularkan oleh serangga. Gejala klinis yang senantiasa ditemukan berupa demam, dengan kenaikan suhu 2° – 4°C dari suhu normal, dalam jangka waktu 1 – 4 hari. Penderita kelihatan gemetar (tremor), anoreksia dan kehilangan nafsu minum, dengan frekuensi respirasi dan jantung yang meningkat, dan sering kali disertai dengan konstipasi atau diare. Pada hewan yang sedang berproduksi, terjadi penurunan produksi air susu yang sangat drastis. Exudat hidung dan mata, hipersalivasi, atoni rumen. Kepincangan terlihat sehari sesudah demam. Kepincangan dapat berpindah-pindah dari satu kaki ke kaki lainnya. Beberapa penderita tetap sanggup berdiri. Bila penyakit berlangsung hingga 1 minggu, akan berlanjut menjadi Paresis. Pada penyakit Bovine Ephemeral Fever (BEF) tidak perlu dilakukan tindakan pengobatan, yang dilakukan hanyalah berupa tindakan terapi symptomatis, untuk menghilangkan rasa sakit dan demam yang timbul. Hewan penderita dengan kasus penyakit yang berat, harus diusahakan agar tidak terjadi komplikasi infeksi sekunder. Pemberian minum jangan menggunakan alat drencher atau dicontang, karena dalam fase akut, beberapa penderita mengalami kesulitan menelan, pencegahan terhadap penyakit ini dapat dilakukan dengan menjaga sanitasi dan hygiene kandang dan ternak secara rutin, melakukan penyemprotan insektisida, serta menghindari adanya genangan air di sekitar kandang, untuk mencegah berkembangbiaknya larva Culicoides.
Berikan Reaksi Anda
Bagikan Berita
Kategori
Umum
0 Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tulis Komentar
Mohon masukkan nama Anda.
Mohon masukkan email yang valid.
Mohon tulis komentar Anda.