Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner pada Kamis, 25 April 2024, melakukan kunjungan ke Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sumatera Barat dalam rangka koordinasi dan konsultasi terkait rencana Pengendalian Penyakit Jembrana di Kabupaten Pesisir Selatan. Tim kunjungan yang dipimpin oleh Kepala Bidang Keswan dan Kesmavet, Ibu Sri Rita Setiawati, S.Pt., MM dan diikuti oleh Fungsional Medik Veteriner, drh. Indosrizal, bertemu dengan Fungsional Medik Veteriner Muda, drh. Riko Azrenra, yang merupakan pelaksana pada Sub Koordinator Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Hewan (P3H) dan beberapa staf di Bidang Keswan dan Kesmavet DPKH Provinsi Sumbar.
Dalam diskusi ini, tim Keswan mendapatkan informasi bahwa alokasi vaksin Jembrana untuk Kabupaten Pesisir Selatan sebanyak 400 dosis dengan merk dagang JD-Vet. Untuk diketahui bersama, bahwa Jembrana merupakan penyakit pada sapi Bali yang disebabkan oleh virus Jembrana dengan tanda-tanda klinis seperti demam lebih dari 40 derajat Celcius, pembengkakan pada kelenjar getah bening di depan bahu dan penularannya yang cepat. Data sementara kasus Jembrana Disease di Kabupaten Pesisir Selatan pada tahun 2024 ini dilaporkan di Nagari Tluk Amplu Kecamatan Pancung Soal yang menelan korban sebanyak 13 ekor, dengan rincian 3 ekor mati bangkai, 5 potong paksa, sisanya saat ini masih dalam pengawasan pengobatan sebanyak 5 ekor. Kelima ekor sisa sapi Bali dalam populasi sekandang ini diupayakan diambil spesimennya untuk dikirim ke laboratorium rujukan di Balai Veteriner Bukittinggi guna pengujian Jembrana.
Tim Keswan Kabupaten juga melaporkan bahwa Dana APBD Kabupaten hanya bisa menganggarkan untuk 500 dosis vaksin JD yang dibagi untuk 3 Puskeswan yang merupakan wilayah padat sapi Bali. Jumlah dosis vaksin ini sejatinya jauh dari cukup jika kita menerapkan prinsip pengendalian vaksinasi 70% dari total populasi. Untuk ini, tim Keswan hanya berharap tahun depan, alokasi vaksin Jembrana dari APBD Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sumatera Barat untuk Kabupaten Pesisir Selatan dapat ditingkatkan lagi.
Vaksinasi Jembrana pada Bali diupayakan diberikan minimal setahun 2 kali pada wilayah endemik Jembrana. Vaksin disuntikkan oleh petugas vaksinator Puskeswan terhadap sapi Bali sebanyak 3 mL melalui otot. Dengan diberikan vaksinasi ini, diharapkan dapat menurunkan kasus Jembrana di Kabupaten Pesisir Selatan. ( Kontributor: drh. Indosrizal, Fungsional Medik Veteriner Muda Bidang Keswan)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!