Dinas Pertanian Kabupaten Pesisir Selatan
Populer: Berita Pengaduan PPID
Telepon (0756) 7464085
Email disperta@pesisirselatankab.go.id
Umum

Bidang Keswan Koordinasikan Rencana Surveilans Bruselosis dan Sampling Penyakit Parasit Darah Ke DPK

01 Jun 2024 16:45:57 WIB 31x dibaca
BIDANG KESWAN
Bidang Keswan Koordinasikan Rencana Surveilans Bruselosis dan Sampling Penyakit Parasit Darah Ke DPK

Bidang Keswan dan Kesmavet pada Selasa, 28 Mei 2024, melakukan kunjungan ke Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sumatera Barat dengan agenda dalam rangka koordinasi dan konsultasi terkait rencana koordinasi terkait rencana surveilans dan sampling bruselosis dan parasit darah pada ternak di Kabupaten Pesisir Selatan. Tim Keswan dan Kesmavet yang dipimpin oleh Kepala Bidang Keswan dan Kesmavet, ibu Sri Rita Setiawati dan diikuti pejabat fungsional medik veteriner, drh. Indosrizal dan fungsional pengawas bibit ternak, Magdarita Rustam, S.Pt. Pada kesempatan ini, tim Keswan dan Kesmavet bertemu dengan Fungsional Medik Veteriner dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sumatera Barat sekaligus koordinator pencegahan dan pengendalian Penyakit Hewan (P3H), drh.Riko Azrenra.

"Untuk Tahun 2023 ini kami menyerahkan peralatan guna pengambilan spesimen serum darah untuk tujuan surveilans dan pengujian bruselosis dan parasit darah yang nanti sasarannya adalah ternak sapi bantuan pemerintah di wilayah puskeswan" ujar dokter Riko. Surveilans merupakan suatu kegiatan yang dilakukan secara terus menerus untuk mencari data terkait penyakit dan faktor-faktor yang mempengaruhi dalam suatu populasi. Berkaitan dengan penyakit bruselosis, untuk sementara provinsi Sumatera Barat belum bisa disebut sebagai provinsi yang bebas bruselosis, karena informasi terakhir masih ditemukan dugaan klinis bruselosis di beberapa kabupaten dan kota di provinsi Sumatera Barat. Itupun didukung oleh hasil laboratorium dari Balai Veteriner Bukittinggi, terdapat beberapa kasus positif bruselosis.

"Dengan catatan bahwa sapi bantuan pemerintah yang berasal dari luar kabupaten yang mempunyai kegiatan pengadaan ternak, wajib dilakukan surveilans terhadap dugaan bruselosis" imbuh pak Riko.

Selain itu, ternak sapi pengadaan yang berasal dari luar kabupaten atau luar provinsi juga disarankan untuk dilakukan pengujian terhadap parasit darah, karena berdasarkan temuan lapangan, masih terdapat banyak kasus pada ternak sapi yang menurun produktivitasnya akibat penyakit parasit darah.

"Untuk surveilans penyakit parasit darah, kami juga menyediakan untuk 50 spesimen yang dibagikan ke kabupaten/ kota, khusus Kabupaten Pesisir Selatan kami sediakan biaya operasional untuk pengambilan spesimen parasit darah, artinya 1 ekor sapi bisa untuk 2 tujuan, yakni pengambilan serum darah untuk bruselosis sekaligus juga untuk pemeriksaan parasit darah ".

Penyakit parasit darah merupakan penyakit yang disebabkan parasit protozoa yang hidup dalam aliran darah, sebagai salah satu contoh adalah Theileriosis yang umum ditemukan pada ternak sapi. Theileriosis merupakan penyakit hewan yang disebabkan oleh Theileria sp. yang bersirkulasi di dalam darah secara intraseluler. Parasit ini biasanya akan menginfeksi sel darah merah (eritrosit) dan sel darah putih (leukosit). Dampak dari Theileriosis cukup besar, yaitu penurunan berat badan, penurunan produksi susu, penurunan kualitas daging, pengafkiran karkas dan organ yang tidak layak dikonsumsi, dan kerusakan kulit.

Theileria sp. merupakan protozoa darah dari genus Theileria. Walaupun terdapat 6 jenis yang ditemukan, Theileria orientalis lah yang bertanggung terhadap kejadian Theileriosis di Indonesia. Theileria orientalis dianggap sebagai spesies yang patogen karena dapat menyebabkan anemia kronis.Hewan yang terinfeksi akan mengalami kelelahan, berat badan menyusut, tidak mau makan, suhu tubuh tinggi, pembengkakan nodus limfatikus, anemia, dan batuk. Dalam beberapa kasus, Theileriosis dapat menyebabkan kematian.

Theileriosis ditularkan melalui caplak. Ada beberapa jenis caplak yang dapat menularkan Theileria, yaitu caplak dari genus Rhipicephalus, Dermacentor, dan Haemaphylasis. Di Indonesia, Theileria orientalis ditularkan oleh caplak genus Haemaphylasis. Infestasi pada inang dimulai dari masuknya sporozoit dari kelenjar ludah caplak ke dalam tubuh inang hingga berakhir dengan bentuk piroplasma yang menginfeksi eritrosit. Di caplaknya sendiri, eritrosit yang terinfeksi piroplasma berubah menjadi mikrogamon, mikrogamet, makrogamet, zigot dan kinet di dalam usus, sampai ditemukan sporozoit di kelenjar ludah.

"InsyaAllah, Kabupaten Pesisir Selatan siap melaksanakan pengambilan spesimen serum darah untuk tujuan surveilans bruselosis, dan spesimen untuk pengujian parasit darah, yang nanti secara teknis akan dilakukan oleh petugas Puskeswan yang terdapat ternak bantuan pemerintah tahun 2024" Sambut bu Rita.

Semoga dengan kerjasama ini, dapat memberikan kontribusi terhadap status kesehatan hewan di Kabupaten Pesisir Selatan, dan diharapkan ternak bantuan pemerintah terbebas dari bruselosis dan penyakit parasit darah.(#Andoz)

Berikan Reaksi Anda
Bagikan Berita
Kategori
Umum
0 Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tulis Komentar
Mohon masukkan nama Anda.
Mohon masukkan email yang valid.
Mohon tulis komentar Anda.