Pada Senin, 6 Mei 2024, Bidang Keswan dan Kesmavet menghadiri rapat evaluasi program kegiatan Periode Januari-April Dinas Pertanian di ruang rapat Dinas Pertanian. Rapat ini secara umum dibuka oleh Sekretaris Dinas, ibu Agustina Rahmadani, S.ST, MM., dan diberikan sambutan dan arahan oleh Kepala Dinas, Bapak Madrianto, S.Hut., MH. Rapat evaluasi ini dihadiri oleh para Kepala Bidang, Fungsional Tertentu dan Bendaharawan dan Bendarawan Pembantu di tiap-tiap Bidang dalam rangka melaporkan perkembangan sub kegiatan baik secara fisik maupun keuangan.
Khusus di Bidang Keswan dan Kesmavet, laporan evaluasi dan perkembangan sub kegiatan disampaikan oleh Kepala Bidang Keswan dan Kesmavet, Ibu Sri Rita Setiawati, S.Pt, MM. Pada kesempatan ini ibu Sri Rita memaparkan presentasi dari Bidang Keswan dan Kesmavet di antaranya bahwa:
1. Visi RPJMD 2021-2026 Kabupaten Pesisir Selatan adalah mewujudkan Kabupaten Pesisir Selatan lebih sejahtera, maju, dan bermartabat, didukung pemerintahan yang akuntabel dan professional.
2. Data Statistik Tahun 2023 Populasi Ternak Sapi sebanyak 56.045 ekor, kerbau 7.575 ekor, kambing 22.730 ekor, ayam buras 668.364 ekor, ayam ras 1.949.940 ekor, itik 508.064 ekor, dan populasi anjing 27.136 ekor.
3. Potensi sektor Keswan dan Kesmavet diantaranya Sumber Daya Manusia terdiri dari medik veteriner/dokter hewan sebanyak 9 orang dan paramedik veteriner/mantri hewan sebanyak 14 orang dengan sarana pendukung Puskeswan terdiri dari 7 unit dan Rumah Pemotongan Hewan (RPH) 1 unit tapi kondisi sekarang RPH sedang tidak aktif atau tidak ada pelayanan.
4. Total APBD Kabupaten Pesisir Selatan di Bidang Keswan dan Kesmavet tahun 2024 sebanyak Rp. 519.250.000,- dengan realisasi keuangan sampai April 2024 sebesar Rp. 34.590.800,- atau 6, 66% dan realisasi fisik 21,64%.
5. Adapun rangkuman kegiatan di Bidang Keswan dan Kesmavet melalui Sumber Dana APBD 2024 adalah bimbingan teknis Juru Sembelih Halal (Juleha), perjalanan dinas pengawasan peredaran hewan dan produk hewan, pembelian vaksin Jembrana dan vaksin rabies berikut dengan biaya operasional pelayanan (BOP) vaksinasi, rapat koordinasi penyakit hewan menular wabah Penyakit Mulut dan Kuku, Belanja bahan laboratorium dan obat-obatan pendukung pelayanan di Puskeswan, pembelian dan pemeriksaan sampel bahan pangan asal hewan serta acara sosialisasi larangan pemotongan hewan betina produktif.
Adapun permasalahan terkait dengan Bidang Keswan dan Kesmavet disampaikan ibu Sri Rita, di antaranya:
1. Masih tingginya kasus gigitan Hewan Penular Rabies
2. Keterbatasan ketersediaan vaksin dan obat-obatan
3. Masih adanya temuan kasus dugaan Penyakit Jembrana dan PMK di lapangan, dan
4. Belum adanya kepastian jaminan keamanan pangan asal hewan yang beredar di masyarakat.
Demikian laporan evaluasi dan perkembangan sub kegiatan yang ada di Bidang Keswan dan Kesmavet, semoga ke depan sub kegiatan yang telah dianggarkan ini dapat lebih dioptimalkan lagi pelaksanaannya selesai menjelang September 2024, sesuai dengan target yang telah disepakati. (Kontributor: drh. Indosrizal, Fungsional Medik Veteriner dari Bidang Keswan dan Kesmavet)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!