Sebanyak 500 dosis vaksin PMK disalurkan Bidang Keswan dan Kesmavet yang diwakili oleh drh. Indosrizal dan drh. Hayatul Fitro ke Puskeswan Lunang pada Selasa, 14 Mei 2024. Distribusi vaksin ini ditujukan untuk pengendalian dan penanggulangan PMK di wilayah kerja Puskeswan. Vaksin langsung diterima Kepala Puskeswan Lunang, drh. Irma Rozalina. "InsyaAllah, pelayanan vaksinasi akan tetap kami optimalkan di wilayah kerja Puskeswan Lunang, yang nanti akan dibantu terkait koordinasi dengan stakeholder di kecamatan dan nagari oleh paramedik veteriner kita, bapak Indra Syafri " Sambut dokter Ilin, panggilan akrab drh. Irma Rozalina.
Adapun vaksin PMK bantuan pusat ini dengan merk dagang Shchelkovo didatangkan dari Rusia melalui APBN Kementerian Pertanian dan diserahkan ke Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sumatera Barat. Adapun informasi terkait vaksin PMK Shchelkovo ini, merupakan vaksin monovalent FMD (Cultural Monovalent Absorbed Inactivated Vaccine against Foot and Mouth Disease). Vaksin ini diproduksi oleh SHCHELKOVO-BIOCOMBINAT, Biocombinat township, Losino-Petrovsky urban distric, Moscow Region Rusia dan diimpor oleh PT. STERILYN HALAL INTERNASIONAL, Kawasan Industri Sentul Blok H9 No.9 Leuwinutug, Citeureup Bogor.
Penggunaan:
Vaksin ini digunakan untuk pengebalan terhadap penyakit mulut dan kuku pada hewan sapi, kerbau, kambing, domba, unta, rusa dan babi. Komposisi: Setiap dosis mengandung kurang lebih 6PD50 virus strain O/TUR/2009 di dalam emulsi Aluminium Hidroksida {Al(OH)3} dan saponin.
Deskripsi dan Karakteristik: Secara visual berupa cairan berwarna kekuningan dan sedimen berwarna putih-abu pada saat penyimpanan. Sedimen ini akan dengan mudah terhomogenisasi dengan cara mengocok botol secara perlahan-lahan.
Volume:
Pada setiap botolnya vaksin ini berisi 52-54 mL
Dosis dan Aplikasi:
Vaksin diaplikasikan kepada hewan secara sub kutan (SC) dengan dosis sebagai berikut: sapi, kerbau, unta dan rusa diaplikasikan pada pertengahan sepertiga leher sebanyak 2 mL, sedangkan pada kambing, domba dan babi diaplikasikan pada bagian dalam paha kaki belakang sebanyak 1 mL.
Penyimpanan dan Transportasi:
Vaksin ini harus disimpan dan ditransportasikan pada kondisi yang terhindar dari paparan sinar matahari langsung pada suhu 2°-8° C, vaksin tidak boleh dibekukan. Untuk kepentingan transportasi vaksin diizinkan untuk dibawa pada kondisi terhindar dari paparan sinar matahari langsung dengan temperatur kurang lebih sama dengan 20°C selama maksimal 3 hari. Waktu penyimpanan 18 bulan setelah tanggal produksi.
Respon Kekebalan:
Kekebalan terhadap patogen virus akan terbentuk 21 hari pasca vaksinasi, dengan durasi proteksi 3 bulan pada hewan muda dan 6 bulan pada hewan dewasa.
"Di beberapa tempat atau titik lokasi dalam nagari masih ada ternak sapi yang belum diberikan vaksin 2 ataupun booster, kami upayakan untuk memaksimalkan vaksinasi PMK agar respon kekebalan ternak menjadi lebih baik guna mencegah infeksi ulang dengan ditantang dari vaksinasi kedua ini, terimakasih kami ucapkan atas kepedulian bidang Keswan dan Kesmavet dalam memprioritaskan Lunang sebagai kecamatan target vaksinasi PMK " tutup dokter Ilin.
Semoga dengan didistribusikannya vaksin PMK ke Puskeswan Lunang, pelayanan vaksinasi PMK dilakukan secara optimal dan ternak milik masyarakat terhindar dari serangan infeksi berikutnya dari Penyakit Mulut dan Kuku. (Kontributor: drh. Andos Rizal, Fungsional Medik Veteriner dari Bidang Keswan dan Kesmavet).
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!