Dinas Pertanian Kabupaten Pesisir Selatan
Populer: Berita Pengaduan PPID
Telepon (0756) 7464085
Email disperta@pesisirselatankab.go.id
Informasi Publik

Vampire Mini Pembunuh..., Waspadai Infestasi Caplak

26 Aug 2023 21:25:11 WIB 18x dibaca
PUSKESWAN PAINAN
Vampire Mini Pembunuh..., Waspadai Infestasi Caplak

Mampukah caplak membunuh seekor sapi? Sangat mampu, apabila jumlah caplaknya ribuan ekor, menyerap habis darah seekor sapi. Kejadian tersebut nyata adanya, seekor sapi betina umur 3 tahun di sungai nipah painan selatan, Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan.

Caplak sapi (Boophilus microplus atau Rhipicephalus microplus) adalah parasite yang menyerang sapi. Kerugian yang ditimbulkan umumnya karena menghisap darah menyebabkan anemia, merusak kulit, dermatitis. Namun peranannya yang lebih penting adalah sebagai vektor penyakit piroplasmosis, anaplasmosis dan theileriosis. Menutut Raphl (1982) tiap caplak dapat menghisap 0,3 ml darah sapi yang diserang, sedangkan menutut Jonsson et al (1998) setiap caplak dapat menyebabkan menurunnya produksi susu sebanyak 8,9 ml dan penurunan 1 gram bobot tubuh sapi. Apabila infestasi caplak pada seekor sapi mencapai jumlah ribuan, maka bukan tidak mungkin sapi itu akan meregang nyawa karena anemia.

Parasit merupakan organisme lebih kecil yang hidup menempel pada tubuh organisme yang lebih besar atau disebut host. Parasit adalah organisme yang hidupnya merupakan induk semang yang ditumpanginya. Ada beberapa sifat hidup dari parasit semisal parasit fakultatif, obligat, insidentil temporer serta permanen. Penyebarannya dipermukaan bumi dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya siklus hidup, iklim, serta kebersihan.

Caplak merupakan ektoparasit (parasit yang hidup diluar tubuh hospes atau liang-liang kulit yang masih mempunyai hubungan dengan dunia luar, misalnya di kulit, rambut, rongga telinga luar) yang terdapat pada hewan ternak serta keberadaannya selalu memicu kerugian, baik secara fisik bagi hewan ternak tersebut ataupun kerugian secara ekonomis bagi para peternak. Kerugian ini dikarenakan caplak menghisap darah dan dapat mengakibatkan anemia, merusak kulit, memicu kegatalan, serta dermatitis. Akan tetapi kerugian yang paling utama merupakan peranannya menjadi vektor penyakit, antara lain vektor dari piroplasmosis, anaplasmosis, dan theileriosis.  

Caplak termasuk ke dalam arthropoda yaitu hewan yang memiliki ciri khas kaki beruas, berbuku, atau bersegmen. Caplak berkaki delapan anggota  Ixodoidea  yang bersama-sama dengan tungau dimasukkan ke dalam kelas Acarina ordo Arachnoidea. Caplak sapi merupakan caplak satu induk yang berarti larva, nimfa, dapat dijumpai pada satu induk semang, yang setelah kenyang menghisap darah akan menjatuhkan diri dari induk semang untuk bertelur, telurnya sejumlah 3000-5000 butir yang dikeluarkan sedikit demi sedikit setiap harinya. Akibat dari serangan caplak sapi, sapi mendapat banyak gangguan, berupa gatal pada kulit yang menyebabkan sapi terus menggosok-gosok badannya sehingga dapat menimbulkan 4 luka pada kulit, serangan caplak dalam jumlah yang banyak dapat menyebabkan sapi menderita anemia, sehingga produksi daging ataupun susu terganggu. Jenis caplak pada sapi diantaranya adalah  Amblyomma testudinarium, Boophilusmicroplus, dan Otobius.  

Untuk pencegahan sapi tidak digembalakan untuk beberapa waktu guna menghindari bahaya infestasi baru di lapangan, lalu menjaga kebersihan ternak, kandang dan lingkungan, serta memberikan obat anti parasite atau invermectin. Mari kita cegah vampire mini agar tidak membunuh ternak kita. -- (RW & drh. Fitro)

Berikan Reaksi Anda
Bagikan Berita
0 Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tulis Komentar
Mohon masukkan nama Anda.
Mohon masukkan email yang valid.
Mohon tulis komentar Anda.