Dinas Pertanian Kabupaten Pesisir Selatan
Populer: Berita Pengaduan PPID
Telepon (0756) 7464085
Email disperta@pesisirselatankab.go.id
Informasi Publik

TRAINING DI BPP TEMA BUDIDAYA JAGUNG WKPP SUNGAI SIRAH AIR HAJI

13 Mar 2025 10:51:53 WIB 90x dibaca
BPP LINGGO SARI BAGANTI
TRAINING DI BPP TEMA BUDIDAYA JAGUNG WKPP SUNGAI SIRAH AIR HAJI
Senin 3 Maret 2025 Training tema Budidaya Jagung WKPP sungai sirah air haji yang di hadiri oleh pimpinan BPP supervisor PP WKPP dan staf Tanaman jagung adalah salah satu jenis makanan dari keluarga rumput yang diklasifikasikan sebagai biji – bijian. Jagung dikenal luas oleh masyarakat Indonesia karena jenis tanaman zea ini dapat digunakan sebagai pengganti makanan pokok untuk beras dan berbagai makanan olahan. Selain itu bagian dari tanaman jagung juga dapat digunakan sebagai pakan ternak seperti daun, batang, klobot dan janggelnya. Di Indonesia, jagung yang banyak dibudidayakan adalah jenis jagung hibrida kualitas unggul. Jagung hibrida mampu menghasilkan lebih banyak benih jagung dan dapat diterima oleh pasar. Jagung hibrida adalah jenis jagung turunan langsung (F1) yang dihasilkan dari persilangan 2 galur atau lebih yang karakteristik individu Heterozygot dan Homogen dan memiliki karakteristik unggul dari masing – masing varietasnya. Persiapan Benih Lebih baik memilih benih jagung bersertifikat. Biasanya benih jagung telah diberi perlakuan benih, yaitu dengan cara melapisi fungisida. Pada benih yang berfungsi agar tanaman terlindung dari berbagai penyakit dan memudahkan kondisi untuk menanam tanaman jagung. Persiapan Tanah Tanah dilonggarkan dengan cangkul atau dibajak sedalam 25 – 30 cm, kemudian diratakan/ditumbuk menggunakan garu. Setelah itu, pemupukan dasar dilakukan dengan menggunakan pupuk kandang dan pupuk kimia. Kotoran yang baik adalah kotoran kambing, sedangkan pupuk kimianya dapat menggunakan NPK. Rasio pupuk kandang dan bahan kimia adalah 40:1 hingga 50:1, yaitu setiap 40 ember pupuk kandang dapat dicampur dengan 1 ember pupuk NPK. Selain itu, pengapuran juga bisa dilakukan dengan menggunakan kapur dolomit. Selanjutnya, dalam kondisi tanah berlumpur, bedengan harus dibuat agar benih tidak kebanjiran dan tidak busuk. Lebar tempat tidur dan jarak antara tempat tidur adalah 100 cm dan 50 cm, sedangkan jarak dalam barisan adalah 20 – 25 cm. Penanaman Setelah bedengan terbentuk, lubang tanam berikutnya dibuat sedalam 5 – 10 cm. Lubang tanam dibuat merata di sepanjang alur alur. Biji jagung dimasukkan ke dalam lubang tanam 2 biji perlubang lalu ditutup dengan tanah. Benih akan berkecambah dan tumbuh setelah 4 hingga 7 hari.
Berikan Reaksi Anda
Bagikan Berita
0 Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tulis Komentar
Mohon masukkan nama Anda.
Mohon masukkan email yang valid.
Mohon tulis komentar Anda.