Dinas Pertanian Kabupaten Pesisir Selatan
Populer: Berita Pengaduan PPID
Telepon (0756) 7464085
Email disperta@pesisirselatankab.go.id
Informasi Publik

TRAINING DI BPP KECAMATAN LINGGO SARI BAGANTI TENTANG BUDIDAYA PADI SAWAH

12 Dec 2024 13:59:57 WIB 8x dibaca
BPP LINGGO SARI BAGANTI
TRAINING DI BPP KECAMATAN LINGGO SARI BAGANTI TENTANG BUDIDAYA PADI SAWAH
Senin, 09 Desember 2024 acara Training di BPP kecamatan Linggo Sari Baganti dihadiri oleh pimpinan BPP, supervisor, PPL WKPP beserta staf. Padi merupakan salah satu jenis tanaman pangan paling penting didunia. Padi dalam bahasa latin disebut Oryza sativa L. adalah salah satu tanaman budidaya yang sangat vital di Indonesia. Meskipun produksi padi dunia berada pada urutan ketiga setelah jagung dan gandum, namun padi merupakan makanan pokok sumber karbohidrat utama bagi sebagian besar masyarakat dunia. Di Indonesia sendiri padi menempati urutan pertama sebagai bahan makanan pokok sebagian besar masyarakat. Namun sayangnya sampai saat ini produksi padi nasional belum mampu mencukupi kebutuhan masyarakat kita, dengan kata lain Indonesia belum mampu berswasembada padi. Sebagai negara agraris dengan lahan sawah yang luas, semestinya produksi padi di Indonesia melimpah. Minimal untuk kebutuhan didalam negeri. Namun kenyataannya sangat ironis, kita sampai sekarang masih mengimpor beras dan lebih parahnya lagi Indonesia adalah pengimpor beras terbesar di dunia. Negara produsen padi terkemuka adalah Republik Rakyat Tiongkok (28% dari total produksi dunia), India (21%), dan Indonesia (9%). Namun hanya sebagian kecil produksi padi dunia yang diperdagangkan antar negara (hanya 5%-6% dari total produksi dunia). Thailand merupakan pengekspor padi utama (26% dari total padi yang diperdagangkan di dunia) diikuti Vietnam (15%) dan Amerika Serikat (11%). Indonesia merupakan pengimpor padi terbesar dunia (14% dari padi yang diperdagangkan di dunia) diikuti Bangladesh (4%), dan Brasil (3%).Produksi padi Indonesia pada 2006 adalah 54 juta ton , kemudian tahun 2007 adalah 57 juta ton (angka ramalan III), meleset dari target semula yang 60 juta ton akibat terjadinya kekeringan yang disebabkan gejala ENSO.(wikipedia) Program Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN) mencanangkan peningkatan produksi beras sebesar 5 %. Hal ini bisa ditempuh dengan berbagai cara yakni dengan perluasan areal penanaman padi dan dengan intensifikasi. Intensifikasi bisa ditempuh dengan penerapan PTT (Pengelolaan Tanaman Terpadu)” yang diawali dengan pemilihan benih, cara persemaian dan cara tanam yang baru karena mengubah kebiasaan petani, dengan komponen PTT yaitu menggunakan varietas unggul baru/varietas hibrida( benih berkualitas) dan umur bibit muda, bagan warna daun, pengendailan HPT secara terpadu. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian menjadi pelaksana langsung di lapangan untuk membantu memperkenalkan beberapa varietas unggul baru dan mendampingi petani dalam menerapkan PTT. Adapun tujuan penerapan PTT untuk meningkatkan pendapatan petani melalui penerapan teknologi yang cocok untuk kondisi setempat yang dapat meningkatkan hasil gabah dan mutu beras serta menjaga kelestarian lingkungan. Mengetahui dan memahami pemilihan benih, penyiapan persemaian, pengolahan tanah,, cara semai, cara tanam padi sawah akan mendapatkan tanaman yang sehat, produktivitas yang tinggi dengan masukan biaya yang rendah. Tanaman yang sehat merupakan persyaratan utama yang harus dipenuhi agar produktivitas tinggi. Untuk itu maka sejak awal, tanaman padi harus di perlakukan sebaik mungkin agar air, hara dalam tanah yang tersedia dapat di manfaatkan semaksimal mungkin.
Berikan Reaksi Anda
Bagikan Berita
0 Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tulis Komentar
Mohon masukkan nama Anda.
Mohon masukkan email yang valid.
Mohon tulis komentar Anda.