Jl. DR. Moh. Hatta Painan,
Kabupaten Pesisir Selatan.
Informasi Publik
TRAINING BPP LINGGO SARI BAGANTI TEMA BUDIDAYA TANAMAN BAWANG MERAH
25 Jun 2024 11:25:37 WIB 10x dibaca
BPP LINGGO SARI BAGANTI
Senin, tanggal 24 juni 2024 acara training yang di hadiri oleh Supervisor, penyuluh pertanian dan staf BPP.
Training dengan tema Budidaya bawang merah Bawang merah (Allium cepa L. var. aggregatum adalah salah satu bumbu masak utama dunia yang berasal dari Iran, Pakistan, dan pegunungan-pegunungan di sebelah utaranya, tetapi kemudian menyebar ke berbagai penjuru dunia, baik sub-tropis maupun tropis. Wujudnya berupa umbi yang dapat dimakan mentah, untuk bumbu masak, acar, obat tradisional, kulit umbinya dapat dijadikan zat pewarna dan daunnya dapat pula digunakan untuk campuran sayur. Tanaman penghasilnya disebut dengan nama sama.
Bawang merah merupakan komoditas hortikultura berumur pendek dan mempunyai nilai komersial tinggi resiko tinggi. Tanaman bawang merah merupakan tanaman hortikultura yang sudah sejak lama di dibudidayakan oleh petani secara intensif. Komoditas unggulan pertanian ini memberikan kontribusi yang cukup tinggi terhadap perkembangan ekonomi di suatu wilayah. Meskipun saat ini banyak petani bawang merah, namun dalam proses budidayanya masih ditemui berbagai kendala terutama dari segi teknis budidaya. Oleh sebab itu penggunaan benih bermutu, varietas bawang merah yang mempunyai sifat-sifat unggul, pengendalian hama penyakit terpadu yang ramah lingkungan dan pengelolaan hara (pemupukan tepat waktu dan tepat jumlah
Syarat Tumbuh
Kesesuaian agroklimat
Cahaya matahari minimum 70%,
Suhu udara 25-320C,
Kelembaban nisbi 50-70%.
Struktur tanah remah, tekstur sedang sampai tinggi, drainase dan aerasi yang baik, mengandung bahan organik yang cukup, dan pH tanah netral (5,6– 6,5)
Jenis tanah: tanah Aluvial atau kombinasinya dengan tanah Glei-Humus atau Latosol Sumber air tersedia
Penentuan Waktu Tanam: Ditentukan berdasarkan datangnya musim hujan, ketersediaan air atau sesuai kebutuhan
Varietas yang dianjurkan : Bima Brebes, Super Philipin, Pikatan, Pancasona, Mentes
Persiapan Lahan
Pada lahan bekas padi sawah atau bekas tebu Bedengan lebar 1,2 – 1,5 m, kedalaman parit 50– 60 cm dan lebar parit 40–50 cm. Bedengan mengikuti arah Timur-Barat. Tanah yang telah diolah dibiarkan sampai kering kemudian diolah lagi 2–3 kali sampai
Pada lahan tegalan atau Lahan kering Tanah dibajak atau dicangkul sedalam 30 cm, kemudian dibuat bedengan-bedengan dengan lebar 1-1,2 m, tinggi 40 cm, sedangkan panjangnya tergantung pada kondisi lahan
Lahan dengan pH kurang dari 5,6 diberi Dolomit minimal 2 minggu sebelum tanam dengan dosis 1–1,5 ton/ha/tahun (untuk dua musim tanam berikutnya) yang disebar pada permukaan tanah dan kemudian diaduk rata
Penanaman
Pemotongan ujung bibit hanya dilakukan apabila bibit bawang merah belum siap ditanam (pertumbuhan tunas dalam umbi 80%)
Kebutuhan umbi bibit 1-1.2 ton/ha dengan ukuran umbi sedang (5-10 g) dan berumur 2-3 bulan dari panen (ciri tunas sudah sampai ke ujung umbi) Jarak tanam yang digunakan 20 cm x 15 cm