Jl. DR. Moh. Hatta Painan,
Kabupaten Pesisir Selatan.
Informasi Publik
Sekolah Lapang Tanaman Melon di Poktan Lubuk Mato Kucing Kec.Sutera
02 Dec 2024 10:52:33 WIB 9x dibaca
BIDANG PENYULUHAN
Sekolah Lapang Tanaman Melon dilaksanakan pada hari Senin, 25 November 2024, di Poktan Lubuk Mato Kucing Kec.Sutera. Adapun yang hadir adalah Kabid Peternakan ( Rini Rusli,SPt.M.Si ), Drh. Suci, KJF ( Desmariza,SP ), Petugas Peternakan, Pimpinan BPP Sutera, PPL WKPP dan peserta yang hadir adalah Pengurus dan Anggota Poktan Lubuk Mato Kucing.
Kegiatan Pelaksanaan Sekolah Lapang Ternak Sapi pada hari Senin tanggal 25 Nofember 2024, yang merupakan Pertemuan ke IV dari VI kali pertemuan. Dengan susunan acara sebagai berikut :
1. Pembukaan oleh protokol yaitu Pimpinan BPP Sutera
2. Sambutan dan arahan dari Kepala Bidang Peternakan
3. Penyampaian Materi Tentang Reproduksi Ternak oleh drh. Suci
4. Penyampaian Materi oleh KJF ( Desmariza,SP ) dengan Tema Budidaya Rumput Pakchong
5. Penutup.
Rumput Pakchong (Pennisetum purpureum cv Thailand)
pakchong adalah salah satu jenis rumput unggul yang merupakan hasil persilangan antara rumput gajah (Pennisetum purpureum Schumach) dengan Pearl millet (Pennisetum glaucum).Rumput pakchong dapat tumbuh di berbagai kondisi tanah. Namun, kondisi tanah dengan kandungan organik yang tinggi merupakan tempat terbaik rumput pakchong untuk tumbuh subur.
Biasanya rumput ini dimanfaatkan sebagai pakan ternak karena batangnya yang tidak terlalu keras. Rumput ini mengandung nutrisi yang cukup tinggi sehingga bagus untuk pertumbuhan hewan ternak seperti kambing maupun sapi.Rumput pakchong ini banyak dipilih dan ditanam oleh para peternak karena memiliki produktivitas atau hasil panen yang lebih baik, selain itu rumput pakchong ini dapat tumbuh tinggi hingga mencapai 5 meter, banyak tunasnya dan minim bulu pada daunnya.
Keunggulan Rumput Pakchong :
1. Kandungan Nutrisi
Pakchong memiliki kandungan protein sebanyak 16,45 persen. Lebih tinggi jika dibandingkan dengan rumput Taiwan dan odot. Intinya, pakchong memiliki kandungan protein yang lebih banyak daripada rumput gajah lainnya.
2. Disukai Oleh Hewan
Rumput unggul ini dapat tumbuh hingga mencapai 5 meter . Daun dan batangnya tidak ditumbuhi bulu sehingga sangat disukai oleh hewan ternak. Daun yang ditumbuhi bulu halus biasanya membuat gatal.
3. Mudah Dikembangbiakan
Berdasarkan penelitian Prof. Dr. Krailas, pakchong memiliki usia tanam dan panen yang lama, yaitu hingga 9 tahun. Tanaman ini tidak bergantung musim dan dapat tumbuh di lahan hutan kecil.
Selama masa tanam atau musim kering, tanaman ini hanya perlu disiram sekali dalam seminggu. Tanaman ini juga tumbuh dengan akar yang dalam. Dalam kurun waktu satu tahun rumput gajah asal Thailand ini juga dapat dipanen sebanyak 2 hingga 3 kali.
4. Hasi Panen Besar
Keunggulan rumput pakchong juga ada pada hasil panennya. Untuk hasil panen dari lahan seluas 1 Ha (10.000 m2), tanaman ini dapat dijadikan pakan hijauan sebanyak 30 ekor sapi.
Jika diukur, hasilnya bisa mencapai 450 hingga 600 ton per hektar dalam setahun
5. Dijadikan Bisnis
Karena masih jarang yang mengembangbiakkan pakchong ini, banyak petani yang menjual bibitnya melalui online dengan berbagai variasi harga. Rumput ini juga dapat tumbuh di negara lain, seperti India, Taiwan, Vietnam, serta Thailand, sehingga target pasarnya cukup luas
Kelemahan dari Rumput Pakchong
• Bibitnya masih susah untuk ditemukan
• Belum banyak yang membudidayakan rumput jenis ini.
• Ketika pemanenan Pakchong terlambat maka akan mulai mengeras yang menyebabkan kandungan gizinya menurun.
CARA PENANAMAN
Penanaman rumput pakchong dapat dilakukan di musim apapun dan di lahan yang tidak terlalu luas. Meski begitu, sebaiknya rumput pakchong ditanam di area dengan sirkulasi udara dan paparan sinar matahari yang baik.
1. Pengolahan Tanah
Setelah lahan penanaman ditentukan, selanjutnya bersihkan lahan tersebut dari gulma dan rumput liar, kemudian gemburkan lahan dengan cara dibajak atau dicangkul. Buat bedengan atau guludan dengan lebar 50-100 cm, panjangnya menyesuaikan dengan kondisi lahan dan jarak antar bedengan 50 cm.
2. Pemilihan Bibit
Agar mendapatkan panen yang maksimal, bibit yang digunakan harus berkualitas. Carilah bibit unggul agar tanaman bisa tumbuh dengan baik dan mendapatkan hasil panen yang maksimal.
3. Persiapan Bibit
Siapkan bibit rumput pakchong yang akan ditanam tersebut. Bibit yang digunakan yaitu berupa batangnya atau berupa batang stek. Batang stek tersebut paling tidak memiliki 3 ruas atau 3 mata tunas.
4. Penanaman Bibit
Tanam bibit stek batang rumput pakchong pada bedengan yang telah dibuat dengan menanam satu baris pada setiap bedengannya. Adapun jarak antar bibitnya adalah 30 x 50 atau 50 x 70 cm.
3 Metode, Cara Penanaman Rumput Pakchong
Metode Miring : adalah menanam batang bibit pakchong dengan menancapkannya dengan posisi batang bibit miring, satu ruas ditancap kan dalam tanah dan 2 ruas berada diatas tanah.
Metode Tegak Lurus, adalah menanam bibit rumput pakchong dengan posisi tegak lurus, satu ruas ditancapkan dalam tanah dan 2 ruas di atas tanah, dengan posisi bibit tegak lurus.
Metode Tidur, dengan posisi rebah kemudian menimbun seluruh bagian bibit dengan tanah tipis saja. Jika memiliki banyak bibit, dapat langsung mena namnya dengan posisi rebah tanpa harus me motongnya menjadi 3 ruas sehingga nanti nya akan banyak tumbuh tunas.
Perawatan Tanaman Rumput Pakchong
1. Pemupukan
Setelah proses penanaman, pemupukan juga penting untuk dilakukan, baik itu menggunakan pupuk Urea atau bisa juga menggunakan pupuk organik seperti pupuk kompos dan sebagainya.
Untuk pemupukan perdana, pupuk urea diberikan dengan menaburkannya 5 cm dari titik tanam, sedangkan jika menggunakan pupuk organik dapat diberikan dengan menaburkannya di sekeliling bibit.
Pemupukan menggunakan pupuk urea dimulai dari 7 hari setelah muncul tunas, setelah itu dilanjutkan pemberian urea pada umur 15 hari, dan yang terakhir pada umur 30 hari. Dari awal tanam hingga panen kebutuhan pupuk urea untuk luas lahan 3000 m2 sekitar 1 kwintal yang diaplikasikan menjadi 3 tahap.
Jika usia tanaman mencapai 2 hingga 3 minggu berikan pupuk Urea dengan dosis 500 kg/ha. Terus ulangi pemupukan tersebut di usia yang sama setiap kali selesai panen.
Beri pupuk tambahan setiap 2-3 bulan sekali menggunakan pupuk nitrogen tinggi untuk meningkatkan pertumbuhan daun.
2. Penyiangan
Lakukan penyiangan gulma secara berkala untuk menghindari persaingan nutrisi dengan rumput Pakchong.
3. Pengendalian Hama / Penyakit
Pengendalian hama dan penyakit dengan cara:
1. Monitor tanaman secara rutin untuk mendeteksi adanya serangan hama atau penyakit.
2. Gunakan pestisida organik atau kimia sesuai kebutuhan dan dosis yang dianjurkan.
Rumput Pakchong sangat jarang sekali terserang hama dan penyakit sehingga memudahkan kita dalam perawatan.
Pemanenan Rumput Pakchong
Tanaman rumput pakchong sekali tanam bisa panen terus selama 9 tahun, dengan catatan perawatan tanaman dilakukan dengan baik dan benar.
Rumput Pakchong dapat dipanen pertama kali setelah 60-75 hari setelah tanam. Lakukan pemanenan dengan cara memotong rumput setinggi 10-15 cm dari permukaan tanah. Setelah pemanenan, rumput akan tumbuh kembali dan siap dipanen setiap 45-60 hari berikutnya.
Panen pertama rumput pakchong bisa menghasilkan 300 bongkok/ ikat per 3.000 m2, hasil panen akan terus meningkat setelah panen pertama hingga mencapai 500-800 ikat.