Dinas Pertanian Kabupaten Pesisir Selatan
Populer: Berita Pengaduan PPID
Telepon (0756) 7464085
Email disperta@pesisirselatankab.go.id
Informasi Publik

Sekolah Lapang (SL) Komoditi Gambir Kelompok Tani Harapan Jaya Kecamatan Batang Kapas

30 Apr 2024 11:37:32 WIB 5x dibaca
BIDANG PERKEBUNAN
Sekolah Lapang (SL) Komoditi Gambir Kelompok Tani Harapan Jaya Kecamatan Batang Kapas
Selasa, 20 Februari 2024 bidang perkebunan melaksanakan Sekolah Lapang (SL) Komoditi Gambir di Kelompok Tani Harapan Jaya Kec.Batang Kapas. Hadir perwakilan dari bidang perkebunan Rosi Yulita SP, Narasumber Wardi, S.TP dari bidang perkebunan dan Yetti Pendri. Amd dari fasilitator daerah (Fasda) Propinsi Sumatera Barat. Tema pada SL ini adalah analisa usaha tani dan persiapan lahan, Analisa Usaha Tani disampaikan oleh Wardi, S.TP sedangkan Persiapan Lahan disampaikan oleh Yetti Pendri.Amd. Analisa usaha tani merupakan suatu cara untuk mengkaji apakah usaha sudah menguntungkan dan layak dilaksanakan. Kajian ini mencakup biaya produksi dan pendapatan, usaha tani dikategorikan layak apabila pendapatan lebih besar dari pada pengeluaran.Berdasarkan analisa usaha tani, petani bisa melakukan pekerjaan dengan efektif dan efisien.Dalam analisa usaha tani dibuatkan list biaya yang dikeluarkan mulai dari pembukaan lahan, hingga menjadi produk setengah jadi.Selama ini petani beranggapan bahwa tenaga petani dan keluarga serta semua alat dan bahan yang didapatkan tanpa mengeluarkan uang tidak pernah diperhitungkan dalam melakukan analisa usaha tani.Saat ini harga getah gambir dengan kadar air 18 % adalah Rp. 38.000/kg dan harga daun gambir Rp. 3.800/kg. berdasarkan analisa usaha tani indeks pendatan/pengeluaran 1,30, indeks ini> 1 dapat dikategorikan bahwa budidaya gambir sangat menguntungkan. Biaya yang paling tinggi dalam budidaya gambir ini adalah biaya panen, alat kempa yang digunakan selama ini belum mampu menurunkan biaya produksi. Pada persiapan lahan hal yang harus diperhatikan adalah jenis tanah dan kemiringan lahan.Jenis tanah dan kemiringan lahan menentukan dosis pupuk yang digunakan, cara persiapan lahan dan jarak tanam. Berdasarkan informasi dari petani selama ini, petani tidak membuat lobang tanam dan tidak memberikan pupuk dasar dalam persiapan lahan.“Hari ini yang kita sampaikan adalah Good Agriculture Practice (GAP), agar tanaman bisa berproduksi maksimal kita harus berbudi dan tanaman baru bisa berdaya untuk memberikan hasil yang optimal tutur bu yet”.Untuk itu diminta kepada petani untuk merubah kebiasaannya untuk bias mengikuti GAP yang sudah disampaikan.
Berikan Reaksi Anda
Bagikan Berita
0 Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tulis Komentar
Mohon masukkan nama Anda.
Mohon masukkan email yang valid.
Mohon tulis komentar Anda.