Tim puskeswan Sutera melalukan pengobatan kepada sapi yang terkena BEF di nagari aur duri pada senin (21/08/2023). Bovine Ephemeral Fever (BEF) adalah salah satu penyakit virus arbo pada sapi dan kerbau, seperti Bostaurus, Bos indicus dan Bos javanicus. Pada ruminansia lainnya infeksi BEF biasanya tidak menimbulkan gejala klinis. Penyakit BEF sering juga disebut `three days sickness’, stiff sickness, dengue fever of cattle, bovine epizootic fever dan lazy man’s disease. Penyakit ini ditandai dengan demam selama tiga hari, kekakuan dan kelumpuhan, namun demikian dapat sembuh spontan dalam waktu tiga hari. Oleh karena itu, nama BEF atau demam tiga hari lebih sering digunakan Gejala Klinis Gejala klinis yang dapat ditimbulkan akibat infeksi BEF antara lain : Demam tinggi dan mendadak,yang dapat mencapai 41-42°C, nafsu makan berkurang, lemas, kelumpuhan, lakrimasi (keluar air mata) leleran hidung, kekakuan terutama pada sendi-sendi sehingga tidak dapat berdiri (Momtaz et al. 2012). Pada sapi yangsedang laktasi, infeksi BEF dapat menyebabkan produksi susu berhenti total dan kembali berlaktasi setelah sembuh meskipun produksi susu tidak dapat kembali normal seperti sebelum terinfeksi. Lebih lanjut, penurunan produksi susu dapat berkisar antara 34-95% dengan rata-rata 46% Gejala klinis pada sapi betina bunting menyebabkan abortus, sedangkan pada sapi jantan dapat menyebabkan sterilitas sementara. Hal ini berakibat pada gagalnya reproduksi ternak baik melalui inseminasi buatan maupun kawin alami. Pada kasus tertentu dapat menimbulkan kematian dalam 1-4 hari setelah mengalami kelumpuhan namun ternak dapat sembuh spontan setelah 3 hari, yang dapat mencapai 97% dari kasus klinis. Komplikasi penyakit ini dapat menimbulkan pneumonia, mastitis, abortus atau pada pejantan menimbulkan sterilitas sementara TINDAKAN PREVENTIF Langkah pencegahan penyakit demam tiga hari (BEF) pada sapi untuk para peternak saat menjelang musim hujan. Jaga kebersihan kandang Sanitasi dan hegenitas kandang. sanitasi kandang dan lingkungan harus diperhatikan, jumlah ternak pada satu kandang tidak terlalu padat dan alur pembuangan airdan kotoran yang baik. Kondisi tersebut dapat meminimalkan media perkembangbiakan nyamuk vektor dan penyebaran infeksi BEF pada ternak Berikan vitamin dan metabolisme booster secara rutin minimal sebulan sekali pada sapi untuk memperbaiki kondisi umum. Berikan Pakan yang mencukupi kebutuhan nutrisinya. Sebelum diberikan pada sapi, rumput yang masih segar dilayukan terlebih dahulu PENGOBATAN Pemberian obat obatan injeksi berupa antibiotik, anti inflamasi dan vitamin
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!