Ranah IV Hulu Tapan, 21 AGUSTUS 2023.
Biofertifikasi Padi Kaya Gizi Kegiatan Padi Biofortifikasi merupakan Upaya pencegahan dan penurunan angka stunting tidak dapat dilakukan hanya oleh sektor kesehatan, tetapi dengan melibatkan lintas sektor dan tentunya dari dalam keluarga itu sendiri. Keterlibatan Kementerian Pertanian dalam pencegahan dan penurunan angka stunting salah satunya melalui pengembangan budidaya padi kaya gizi (biofortifikasi). Biofortifikasi merupakan proses menambahkan dan atau meningkatkan kualitas nutrisi dalam tanaman bahan pangan melalui pemuliaan tanaman. Varietas padi yang dikembangkan dalam kegiatan budidaya padi biofortifikasi adalah varietas Inpari IR Nutrizinc yang mengandung sumber Zn yang lebih tinggi merupakan varietas rakitan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian berkolaborasi dengan IRRI dan Harvest Plus.
Kegiatan Budidaya Padi Kaya Gizi (Biofortifikasi) masuk dalam RPJMN 2020-2024 sebagai kegiatan prioritas nasional yang pelaksanaannya dipantau oleh Bappenas. Sasaran Kegiatan Budidaya Padi Kaya Gizi (Biofortifikasi) mulai dilakukan pada tahun 2020 seluas 10.000 ha dan tahun 2024 menjadi seluas 200.000 ha. Kegiatan budidaya padi kaya gizi (biofortifikasi) dilaksanakan pada lokasi focus intervensi penurunan stunting atau lokasi yang berdekatan dengan lokasi focus jika pengembangan budidaya tidak memungkinkan dilakukan pada kabupaten/kota yang menjadi lokus tersebut. Permasalahan kekurangan gizi merupakan permasalahan serius bagi Indonesia. Sekitar 30% penduduk dunia termasuk Indonesia, terutama anak-anak, berisiko menderita kekurangan gizi Zn. Proporsi Berat Badan Lahir Rendah (<2500 gram/BBLR) mengalami kenaikan dari 5,7% pada 2013 menjadi sebesar 6,2% pada tahun 2018. Selain berakibat menurunnya daya tahan tubuh, produktivitas, dan kualitas hidup manusia, kekurangan gizi Zn juga menjadi salah satu faktor kekerdilan (stunting) yang prevalensinya cukup besar dan merata di Indonesia. Kadar mineral penting seperti Fe (besi) dan Zn (seng) dapat ditingkatkan melalui program biofortifikasi. Masalah balita stunting menjadi penting karena menyangkut kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa yang akan datang. Anak merupakan aset bangsa di masa depan. Bisa dibayangkan, bagaimana kondisi sumber daya manusia Indonesia di masa yang akan datang jika saat ini banyak anak Indonesia yang menderita stunting. Sementara stunting terjadi di hamper seluruh wilayah Indonesia (Kemenkes, 2019). Dapat dipastikan bangsa ini tidak akan mampu bersaing dengan bangsa lain dalam menghadapi tantangan global.
Dengan adanya Pertemuan Kelompok Tani poktan talang juwa Program Biofertifikasi Padi Kaya Gizi yg dihadiri oleh Koordinator Itrizal dan PPL Suraida pada tanggal 21 Agustus 2023 diharapakan dapat ditanam dan dipelihara secara maksimal oleh anggota poktan talang juwa. dengan menanam Varietas padi Inpari IR Nutrizinc ,sehingga kegiatan budidaya padi biofortifikasi ini dapat menurunkan masalah balita stunting yang dimulai dari penanaman padi ir nutrizinc oleh anggota kelompok tani.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!