MTOT merupakan teknologi terbaru yang akan dikembangkan di Pesisir Selatan, MTOT singkatan dari Mulsa Tanpa Olah Tanah juga merupakan teknik pertanian yang mengandalkan penggunaan lapisan penutup organik pada tanah, seperti jerami, daun, atau rumput kering. Penggunaan Mulsa bertujuan untuk melindungi tanah dari erosi, mempertahankan kelembaban, meningkatkan kesuburan tanah, dan menghambat pertumbuhan gulma," Dalam pelaksanaannya, metode ini meminimalisir atau bahkan menghilangkan penggunaan alat berat untuk mengolah tanah, sehingga dapat mengurangi biaya dan tenaga kerja yang dibutuhkan. Selain itu, penggunaan metode ini juga membantu mengurangi erosi tanah dan mengendalikan pertumbuhan gulma, sehingga tanaman padi ataupun jagung dapat tumbuh lebih sehat dan optimal. Inovasi baru muncul ditengah kelesuan pengetahuan untuk memunculkan inovasi untuk menjawab permasalahan yang dihadapi oleh petani, lingkungan dan peningkatan produksi pangan. Inovasi tersebut adalah Mulsa Tanpa Olah Tanah (MTOT) / BASAWAH POKOK MURAH pada lahan sawah dan lahan kering. Khusus pada lahan sawah, inovasi ini ternyata mampu menjawab kendala teknis, ekonomi, lingkungan yang selama ini dihadapi. Seperti masalah kekurangan air akibat musim kering atau akibat irigasi yang belum diperbaiki. Dari sisi ekonomi, adanya harga pupuk yang semakin mahal, biaya pengolahan tanah yang meningkat. Penyuluh Pertanian di Kecamatan Ranah Pesisir melakukan Demplot di masing-masing WKPP nya dengan menerapkan teknologi tersebut yang difasilitasi melalui APBD Kabupaten Pesisir Selatan, diharapkan dengan adanya demplot ini para penyuluh kita bisa menyampaikan atau melakukan penyuluhan kepetani terkait teknologi ini. Dari hasil demplot ini para petani di Kecamatan Ranah Pesisir bisa menerapkan ini kata Mardoni Kepala Bidang Penyuluhan baru-baru ini melakukan supervisi ke Kecamatan Ranah Pesisir yang didampingi oleh Koordinator BPP Kecamatan Ranah Pesisir dan para penyuluh pada tanggal 15 November 2024.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!