Balai Penyuluhan Kecamatan (BPP) Lengayang siap untuk mengembangkan teknologi MTOT Komoditi Jagung di lokasi Demplot BPP yang didukung oleh seluruh penyuluh Kecamatan Lengayang dan kelompok tani. Penyuluh pertanian Kecamatan Lengayang siap untuk menerapkan teknologi Mulsa Tanpa Olah Tanah (MTOT) di wilayah WKPP nya juga, mereka bertekad MTOT akan di masifkan di masing-masing wilayah binaan penyuluh, yang biasa disebut Basawah Pokok Murah. Mulsa Tanpa Olah Tanah merupakan teknik pertanian yang mengandalkan penggunaan lapisan penutup organik pada tanah, seperti jerami, daun, atau rumput kering. Penggunaan Mulsa bertujuan untuk melindungi tanah dari erosi, mempertahankan kelembaban, meningkatkan kesuburan tanah, dan menghambat pertumbuhan gulma," Inovasi baru muncul ditengah kelesuan pengetahuan untuk memunculkan inovasi untuk menjawab permasalahan yang dihadapi oleh petani, lingkungan dan peningkatan produksi pangan. Inovasi tersebut adalah Mulsa Tanpa Olah Tanah (MTOT) / BASAWAH POKOK MURAH pada lahan sawah dan lahan kering. Khusus pada lahan sawah, inovasi ini ternyata mampu menjawab kendala teknis, ekonomi, lingkungan yang selama ini dihadapi. Seperti masalah kekurangan air akibat musim kering atau akibat irigasi yang belum diperbaiki. Dari sisi ekonomi, adanya harga pupuk yang semakin mahal, biaya pengolahan tanah yang meningkat. Penyuluh di Kecamatan Lengayang siap untuk menerapkan teknologi ini dengan komoditi Jagung, Kepala Bidang Penyuluhan melakukan pendistribusian benih jagung yang bersertifikat dan diserahkan langsung ke Koordinator BPP Lengayang Ibuk Ira Jusma, S.P yang didampingi oleh seluruh penyuluh. Demplot MTOT Jagung ini akan dilakukan di Lahan BPP yang cukup luas dan akan dibantu oleh kelompok tani agar teknologi ini bisa segera dikembangkan. Diharapkan Teknologi MTOT ini khususnya komoditi Jagung di Kecamatan Sutera dapat dikembangkan di masing-masing Kleompok tani. Hasil dari teknologi MTOT Komiditi Jagung yang telah diterapkan di Kecamatan Lunang dan Silaut menghasilkan ubinan yang cukup memuaskan diatas 8 ton/Ha. Hal ini memberikan angin segar bagi petani jagung di Kabupaten Pesisir Selatan dengan menerapkan teknologi ini, jelas Mardoni Kabid Penyuluhan.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!