Jl. DR. Moh. Hatta Painan,
Kabupaten Pesisir Selatan.
Informasi Publik
Penanganan Pasca Panen Cabe Menjadi Materi SL PHT Cabe di Poktan Garabak
22 Aug 2024 11:47:27 WIB 9x dibaca
BPP AMPEK NAGARI BAYANG UTARA
21 Agustus 2024 Pimpinan BPP IV Nagari Bayang Utara (Dyna Taurina, SP) beserta Penyuluh Pertanian BPP IV Nagari Bayang Utara telah menghadiri SL-PHT Cabe Pertemuan Ke-9 di Kelompok Tani Garabak yang di hadiri oleh ibuk Faulia Desi Lebry, S.TP (Tim dari Bidang TPH Dinas Pertanian Kab. Pesisir Selatan) menyampaikan sedikit materi tentang olahan pasca panen cabe.
Panen merupakan pekerjaan akhir dari budidaya tanaman (bercocok tanam), tapi merupakan awal dari pekerjaan pasca panen, yaitu melakukan persiapan untuk penyimpanan dan pemasaran. Komoditas yang dipanen tersebut selanjutnya akan melalui jalur-jalur tataniaga, sampai berada di tangan konsumen.
Penanganan pascapanen cabai oleh petani atau pelaku usaha merupakan salah satu kunci keberhasilan produksi untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk. Penanganan pascapanen cabai meliputi; 1) Sortasi dan grading/pengkelasan, 2) curing, yaitu dengan menghamparkan hasil panen cabai ditempat/ruangan yang teduh, 3) pengemasan untuk melindungi luka, memudahkan pengangkutan, mencegah kehilangan air, memudahkan perlakuan khusus dan memberi nilai estetika, 4) penyimpanan untuk memperpanjang umur segar, melalui penyimpanan dingin pada suhu 8-12 °C dengan kelembabann 90-95% akan dapat tahan sapai 8 hari, 5) pengangkutan dengan ke truk dan sebaiknya dengan mobil boks berpendingin sehingga dapat mengurangi kerusakan atau busuk.
Cabai merupakan salah satu komoditas sayuran yang mudah rusak. Oleh karena itu, perlu adanya upaya mempertahankan kesegarannya atau mengolahnya menjadi produk yang lebih tahan lama. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah melalui pengeringan dan pembuatan menjadi cabai bubuk. Tujuan pengeringan cabai adalah untuk menurunkan kadar air, mengecilkan volume, mengurangi pertumbuhan mikroorganisme, dan mengurangi aktivitas enzim. Prinsipnya, dalam pengeringan terjadi proses perpindahan panas dan perpindahan massa yang terjadi secara simultan. Secara garis besar, cara pengeringan komoditas sayuran dapat dibedakan atas pengeringan alami dengan menggunakan sinar matahari dan pengeringan buatan (pengeringan mekanis). Pengeringan mekanis dilakukan dengan menggunakan alat pengering dengan mengatur dan mengawasi suhu, kelembaban udara serta kecepatan pengeringan. Alat pengering ini umumnya terdiri dari tenaga penggerak, kipas, unit pemanas serta alat-alat kontrol. Berbagai jenis pengering mekanis adalah; 1) pengering kabinet/tipe rak, 2) solar dryer dengan energi kombinasi, 3) pengering tipe lorong, dan 4) pengering beku yaitu proses pembekuan yang disusul dengan pengeringan.
Dengan adanya kegiatan SL-PHT tanaman cabe di Kecamatan IV Nagari Bayang Utara ini semoga dapat menggerakkan dan memotivasi petani untuk berusaha menanam tanaman cabe agar dapat menekan dan menurunnya inflasi di Kabupaten Pesisir Selatan.