Dinas Pertanian Kabupaten Pesisir Selatan
Populer: Berita Pengaduan PPID
Telepon (0756) 7464085
Email disperta@pesisirselatankab.go.id
Informasi Publik

Monitoring dan evaluasi pelaksanaan demplot penyuluh melalui teknologi MTOT serta Penyerahan Pestisi

20 Nov 2024 10:46:42 WIB 4x dibaca
BIDANG PENYULUHAN
Monitoring dan evaluasi pelaksanaan demplot penyuluh melalui teknologi MTOT serta Penyerahan Pestisi

Monitoring dan evaluasi pelaksanáan demplot penyuluh melalui teknologi MTOT serta Penyerahan Pestisida di BPP Kecamatan Bayang dilaksanakan pada hari Rabu, 6 November 2024 Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Bayang. adapun yang hadir adalah Pimpinan BPP, Penyuluh Urusan Supervisi, Penyuluh Pertanian Lapangan Kecamatan Bayang sedangkan narasumber yang hadir yaitu dari Fungsional Metode dan Informasi Penyuluhan Pertanian. Monitoring dan evaluasi pelaksanáan demplot penyuluh melalui teknologi MTOT yang dilaksanakan oleh seluruh penyuluh yang ada di Kecamatan Bayang merupakan kegiatan percontohan penerapan teknologi basawah pokok murah. Kegiatan ini merupakan lanjutan kegiatan yang sebelumnya sudah pernah dilakukan di Poktan Langong Kecamatan Bayang dan dilaksanakan oleh petani, dan kegiatan demplot penyuluh ini di biayai melalui anggaran perubahan tahun 2024. Dinas Pertanian pada Tahun 2024 melalui anggaran perubahan telah menganggarkan biaya untuk demplot MTOT yang dilaksanakan oleh Penyuluh Pertanian Lapangan. Adapun salah satu yang dianggarkan adalah Pestisida BASSA. Dalam pelaksanaannya nanti penyuluh juga membutuhkan pestisida, maka dari itu Dinas pertanian juga melakukan penyerahan pestisida BASSA yang diserahkan kepada Penyuluh Pertanian Lapangan. Budadidaya padi dan jagung yang dilakukan dengan menggunakan teknologi MTOT ini sangat hemat secara ekonomi dan cukup ramah terhadap lingkungan. Hal ini dimungkinkan karena dalam pelaksanaan budidaya kita tidak perlu lagi mengolah tanah dengan menggunakan alat dan mesin pertanian, cukup membuat bedengan yang tidak terlalu membutuhkan alat dan mesin pertanian, lalu mengumpulkan jerami yang nantinya akan digunakan sebagai mulsa untuk menekan pertumbuhan gulma serta dapat dijadikan sebagai pupuk dasar alami. Benih yang dibutuhkan sangat ekonomis sekali, kebutuhan pestisida juga sangat minim dan diperlukan dalam kondisi yang darurat, sehingga sangat tepat sekali teknologi basawah pokok murah mulsa tanpa olah tanah (MTOT) yang di pelopori oleh pakar pertanian Sumatera Barat Bapak Ir. Djoni untuk dilaksanakan sebagai percontohan oleh penyuluh di wilayah binaannya.Untuk produksi padi sangat tinggi sekali jika dibandingkan dengan melakukan budidaya padi konvensional biaya. Dari ubinan padi yang dilakukan, didapatkan hasil panen 7,7 Ton/Ha. Kesimpulan: Dengan telah dilaksanakannya teknologi basawah pokok murah menggunakan mulsa tanpa olah tanah ini oleh penyuluh, maka pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan berharap nantinya petani dan masyarakat tani mau dan bersedia menerima inovasi teknologi ini lahan.

Berikan Reaksi Anda
Bagikan Berita
0 Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tulis Komentar
Mohon masukkan nama Anda.
Mohon masukkan email yang valid.
Mohon tulis komentar Anda.