Surantih, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Sutera mengadakan Pertemuan rutin dalam rangka Training Penyuluh Pertanian dan Petugas Pertanian se-Kecamatan Sutera. Pertemuan kali ini dilaksanakan di BPP Kecamatan Sutera pada hari kamis tanggal 10 Agustus 2023.
Penyuluh Pertanian Urusan Supervisi, Budi Setiawan menyampaikan dalam kegiatan ini dihadiri oleh Pimpinan BPP Kecamatan Sutera, Penyuluh Pertanian Urusan Supervisi, Rekan-rekan penyuluh lapangan, serta petugas pertanian se-Kecamatan Sutera.
Training Penyuluh pertanian merupakan implementasi dari Permentan 67 Tahun 2016 tentang sistem LAKU-SUSI (Latihan Kunjungan dan Supervisi). Sistem LAKU SUSI adalah pendekatan yang memadukan antara pelatihan bagi penyuluh yang ditindaklanjuti dengan kunjungan berupa pendampingan kepada petani/ poktan secara terjadwal dan didukung dengan supervisi teknis dari penyuluh senior serta ketersediaan informasi teknologi sebagai materi kunjungan.
Tujuan training/pelatihan ini adalah membangun landasan untuk pelaksanaan tugas Penyuluh Pertanian , menyamakan persepsi terhadap tugas dan fungsi, organisasi, tata kerja, dan tata hubungan Penyuluh Pertanian , memberikan wawasan berpikir dan bertindak secara komprehensif bagi Penyuluh Pertanian, dan meningkatkan pengetahuan, keahlian, dan sikap sebagai Penyuluh Pertanian. Selain itu,
Training penyuluh pertanian Kecamatan Sutera juga membentangkan dan membahas seluruh permasalahan yang dihadapi oleh penyuluh di wilayah binaan serta secara bersama-sama mencari solusinya. Permasalahan yang pada saat itu diutarakan oleh beberapa penyuluh pertanian salah satunya mengenai masalah keterlambatan turun kesawah pada musim tanam saat ini di beberapa wilayah binaannya. Hal ini disebabkan, pasokan air irigasi ke sawah minim seperti di kenagarian Surantih, Aur Duri Surantih dan Amping Parak yang sebagian besar merupakan sawah tadah hujan Sementara disisi lainnya petani lebih memilih untuk mengelola lahan gambir dari pada sawah karena harga gambir sedang tinggi. "Ini menjadi persoalan, karena program yang ada tidak berjalan sesuai harapan. Kami telah berkoordinasi dengan Wali Nagari mencari solusi. Salah satunya dengan dikeluarkannya surat himbauan untuk turun kesawah.
Pimpinan BPP Kecamatan Sutera, Sudirman mengatakan bahwa “Penyuluh Pertanian (PPL) di wilayah binaannya diharapkan untuk untuk lebih intensif mendampingi petani atau kelompok tani dan melaporkan perkembangan luas tambah tanamnya, sehingga luas tambah tanam akan mencapai target yang diinginkan”. Lebih lanjut Sudirman juga mengingatkan para penyuluh pertanian tidak mengedepan ego individu. Ia mengatakan kekuatan tim perlu dibangun melalui kerjasama dan kekompakan. “Boleh dibantu (sesama penyuluh). Jangan terlalu kaku. Tapi ada tanggung jawab yang lebih manakala wilayahnya memang ada kegiatan yang perlu didampingi,” tegasnya.
Pimpinan BPP Kecamatan Sutera berharap kepada Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Pertanian Kabupaten Pesisir Selatan, Zummaidi yang berkesempatan hadir pada pertemuan ini, untuk memperhatikan dan memprioritaskan dukungan sarana dan prasarana (sapras) penyuluh pertanian guna meningkatkan kemudahan dan kontribusi penyuluh dalam melakukan pendampingan petani. “Sapras penyuluh itu seperti kendaraan, pH meter, fasilitas Kostratani (Komando Strategis Pembangunan Pertanian) yang ada di Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Sutera, yang selama ini memang keluhan di lapangan soal sapras, jadi peningkatan sapras penyuluh pertanian sangat kami harapkan, ujarnya
Disela-sela kegiatan mendampingi monev kegiatan rehabilitasi bangunan BPP Kecamatan Sutera Kepala Bidang Penyuluhan Zulmaidi berkesempatan hadir pada pertemuan rutin penyuluh pertanian ini memberi ulasannya, tentang harapan BPP Kecamatan Sutera tersebut akan disampaikan ke Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pesisir Selatan,
Lebih lanjut Kepala Bidang Penyuluhan mengatakan “kegiatan pendampingan lapangan, seorang penyuluh pertanian tidak boleh melupakan administrasi penyuluhannya, seperti pembuatan laporan serta evaluasi penyuluhan.Seorang penyuluh pertanian dituntut memiliki kreatifitas serta inovasi yang tinggi. Hal ini sangat dibutuhkan untuk menghadapi tantangan di sektor pertanian yang semakin lama semakin berkembang,” "Fasilitas yang telah dibuat agar dimaksimalkan dengan baik. Terutama Scren house, bukan hanya sebagai show windows saja, tetapi sebagai tempat beragribisnis dan latihan bagi penyuluh dan petani," tutupnya. (BS)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!