Dinas Pertanian Kabupaten Pesisir Selatan
Populer: Berita Pengaduan PPID
Telepon (0756) 7464085
Email disperta@pesisirselatankab.go.id
Informasi Publik

BUPATI PESISIR SELATAN MENGUKUHKAN KTNA DAN ASOSIASI PENANGKAT BENIH KAB. PESISIR SELATAN

24 Jul 2024 09:40:18 WIB 14x dibaca
BIDANG PENYULUHAN
BUPATI PESISIR SELATAN MENGUKUHKAN KTNA DAN ASOSIASI PENANGKAT BENIH KAB. PESISIR SELATAN
Bupati Pesisir Selatan, Rusma Yul Anwar melantik dan mengukuhkan Pengurus Kelompok Tani Nelayan Andalan / KTNA Kabupaten Pesisir Selatan periode 2023-2028 dan Asosiasi Penangkar Benih Kabupaten Pesisir Selatan Periode 2024-2029 di Pendopo Rumah Dinas Bupati Kabupaten Pesisir Selatan, Senin (22/7/2024). Dalam sambutannya Bupati Rusma Yul Anwar mengatakan bahwa Sektor pertanian merupakan Sektor unggulan di Kabupaten Pesisir Selatan, dikarenakan lebih kurang 55% penduduk berusaha di bidang pertanian. Kontribusi sektor pertanian terhadap PDRB berkisar 37,22% yang berarti bahwa sektor pertanian merupakan penyumbang pendapatan terbesar terhadap pembentukan Produk Domestik Regional Bruto dibandingkan sektor jasa, industri dan pertambangan. Kebijakan anggaran Pemerintah Daerah Kabupaten Pesisir Selatan, menjadikan sektor unggulan pertanian sebagai salah satu sektor prioritas dianggap sudah tepat. Kita akan terus berupaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui partisipasi banyak pihak, dengan terbentuknya Kelompok Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) dan Asosiasi Penangkar Benih Padi Kabupaten Pesiisr Selatan merupakan langkah kemajuan petani di Kabupaten Pesisir Selatan. Kelompok Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) merupakan kontak tani nelayan yang dapat diandalkan dan dipilih secara periodik dari dan oleh para kontak tani nelayan pada satu wilayah tertentu. Pengurus KTNA yang dilantik merupakan orang-orang pilihan yang dipercayakan mengemban tugas dan tanggung jawab dalam memajukan pembangunan pertanian di Kabupaten Pesisir Selatan. KTNA memiliki peranan yang sangat strategis bagi peningkatan kesejahteraan petani, terutama untuk mewujudkan sistem pertanian yang memiliki daya saing baik kuantitas dan kualitasnya, khususnya berperan dalam meningkatkan keterampilan dan teknologi yang tepat guna bagi petani serta penerapan sistem pertanian yang ramah lingkungan. Penerapan sistem pertanian yang ramah lingkungan merupakan upaya yang harus selalu kita lakukan. Terutama masih ada lahan kita yang rusak alamnya dan ekosistem, sehingga berdampak pada terjadinya pemanasan global dan perubahan iklim drastis, serta bencana alam yang menimpa Kabupaten Pesisir Selatan, baik secara langsung maupun tidak langsung berdampak kepada produksi pertanian dan perikanan kita. Untuk itu sinergi dengan pemerintah menjadi sebuah faktor penting untuk mencapai keberhasilan pembangunan di Kabupaten Pesisir Selatan. Kabupaten Pesisir Selatan mempunyai luas baku sawah seluas 22.782,49 Ha, yang merupakan tiga besar luas baku sawah terluas di Provinsi Sumatera Barat setelah Kabupaten Agam dan Tanah Datar. Produksi padi Tahun 2023 sebanyak 201.339 Ton juga merupakan produksi terbesar di Sumatera Barat dan salah satu lumbung pangan Sumatera Barat. Produksi padi yang besar membutuhkan benih unggul besertifikat yang dihasilkan oleh petani penangkar padi sawah, untuk itu pembentukan Asosiasi Penangkar Benih merupakan langkah menuju mandiri benih, peningkatan produksi dan pendapatan petani sebagai pelaku utama sehingga kedepannya para petani tidak lagi membeli benih dari luar kabupaten pesisir selatan yang pada saat ini penangkar benih berjumlah 7 unit yang sudah menghasilkan benih di Tahun 2023 sebanyak 64,9 Ton, ini merupakan prestasi bagi kita karena dari tahun 2020 baru di tahun 2022 dan 2023 Kabupaten Pesisir Selatan mampu menghasilkan benih besertifikat oleh petani penangkar. Dalam era pembangunan yang semakin kompleks dan kompetitif ini, petani atau nelayan dihadapkan pada tantangan yang semakin besar, baik dalam aspek penanganan maupun pemasarannya. KTNA mempunyai peran yang penting dalam hal penyampaian informasi, percepatan inovasi teknologi, serta pendampingan berbagai program pemerintah di tingkat lapangan. Oleh karena itu, organisasi KTNA diharapkan dapat menjadi sarana konsolidasi bagi para petani atau tempat berkomunikasi untuk mempromosikan hasil-hasil pertanian dan perikanan di wilayah masing-masing. Begitu juga dengan Asosiasi Penangkar Benih Padi yang mempunyai peran penting dalam pengembangan mandiri benih bersertifikat dan unggul berkelanjutan untuk meningkatkan produksi benih yang lebih baik pada masa yang akan datang serta dapat mendorong petani dan kelompok tani untuk menggunakan benih dari penangkar lokal agar dapat mendukung peningkatan produksi dan ekonomi masyarakat. Pelantikan dan Pengukuhan ini juga dihadiri oleh Kepala Dinas Perkebunan Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Barat, Pengurus KTNA Provinsi Sumatera Barat, Dandim 0311 Pesisir Selatan, Asisten II, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pesisir Selatan, Kepala Dinas Perikanan dan Pangan Kabupaten Pesisir Selatan, Pimpinan Bank Nagari Cabang Painan, Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC), Pejabat dilingkungan Dinas Pertanian Kab. Pesisir Selatan serta Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) se Kabupaten Pesisir Selatan. Bupati Pesisir Selatan, Rusma Yul Anwar melantik dan mengukuhkan Pengurus Kelompok Tani Nelayan Andalan / KTNA Kabupaten Pesisir Selatan periode 2023-2028 dan Asosiasi Penangkar Benih Kabupaten Pesisir Selatan Periode 2024-2029 di Pendopo Rumah Dinas Bupati Kabupaten Pesisir Selatan, Senin (22/7/2024). Dalam sambutannya Bupati Rusma Yul Anwar mengatakan bahwa Sektor pertanian merupakan Sektor unggulan di Kabupaten Pesisir Selatan, dikarenakan lebih kurang 55% penduduk berusaha di bidang pertanian. Kontribusi sektor pertanian terhadap PDRB berkisar 37,22% yang berarti bahwa sektor pertanian merupakan penyumbang pendapatan terbesar terhadap pembentukan Produk Domestik Regional Bruto dibandingkan sektor jasa, industri dan pertambangan. Kebijakan anggaran Pemerintah Daerah Kabupaten Pesisir Selatan, menjadikan sektor unggulan pertanian sebagai salah satu sektor prioritas dianggap sudah tepat. Kita akan terus berupaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui partisipasi banyak pihak, dengan terbentuknya Kelompok Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) dan Asosiasi Penangkar Benih Padi Kabupaten Pesiisr Selatan merupakan langkah kemajuan petani di Kabupaten Pesisir Selatan. Kelompok Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) merupakan kontak tani nelayan yang dapat diandalkan dan dipilih secara periodik dari dan oleh para kontak tani nelayan pada satu wilayah tertentu. Pengurus KTNA yang dilantik merupakan orang-orang pilihan yang dipercayakan mengemban tugas dan tanggung jawab dalam memajukan pembangunan pertanian di Kabupaten Pesisir Selatan. KTNA memiliki peranan yang sangat strategis bagi peningkatan kesejahteraan petani, terutama untuk mewujudkan sistem pertanian yang memiliki daya saing baik kuantitas dan kualitasnya, khususnya berperan dalam meningkatkan keterampilan dan teknologi yang tepat guna bagi petani serta penerapan sistem pertanian yang ramah lingkungan. Penerapan sistem pertanian yang ramah lingkungan merupakan upaya yang harus selalu kita lakukan. Terutama masih ada lahan kita yang rusak alamnya dan ekosistem, sehingga berdampak pada terjadinya pemanasan global dan perubahan iklim drastis, serta bencana alam yang menimpa Kabupaten Pesisir Selatan, baik secara langsung maupun tidak langsung berdampak kepada produksi pertanian dan perikanan kita. Untuk itu sinergi dengan pemerintah menjadi sebuah faktor penting untuk mencapai keberhasilan pembangunan di Kabupaten Pesisir Selatan. Kabupaten Pesisir Selatan mempunyai luas baku sawah seluas 22.782,49 Ha, yang merupakan tiga besar luas baku sawah terluas di Provinsi Sumatera Barat setelah Kabupaten Agam dan Tanah Datar. Produksi padi Tahun 2023 sebanyak 201.339 Ton juga merupakan produksi terbesar di Sumatera Barat dan salah satu lumbung pangan Sumatera Barat. Produksi padi yang besar membutuhkan benih unggul besertifikat yang dihasilkan oleh petani penangkar padi sawah, untuk itu pembentukan Asosiasi Penangkar Benih merupakan langkah menuju mandiri benih, peningkatan produksi dan pendapatan petani sebagai pelaku utama sehingga kedepannya para petani tidak lagi membeli benih dari luar kabupaten pesisir selatan yang pada saat ini penangkar benih berjumlah 7 unit yang sudah menghasilkan benih di Tahun 2023 sebanyak 64,9 Ton, ini merupakan prestasi bagi kita karena dari tahun 2020 baru di tahun 2022 dan 2023 Kabupaten Pesisir Selatan mampu menghasilkan benih besertifikat oleh petani penangkar. Dalam era pembangunan yang semakin kompleks dan kompetitif ini, petani atau nelayan dihadapkan pada tantangan yang semakin besar, baik dalam aspek penanganan maupun pemasarannya. KTNA mempunyai peran yang penting dalam hal penyampaian informasi, percepatan inovasi teknologi, serta pendampingan berbagai program pemerintah di tingkat lapangan. Oleh karena itu, organisasi KTNA diharapkan dapat menjadi sarana konsolidasi bagi para petani atau tempat berkomunikasi untuk mempromosikan hasil-hasil pertanian dan perikanan di wilayah masing-masing. Begitu juga dengan Asosiasi Penangkar Benih Padi yang mempunyai peran penting dalam pengembangan mandiri benih bersertifikat dan unggul berkelanjutan untuk meningkatkan produksi benih yang lebih baik pada masa yang akan datang serta dapat mendorong petani dan kelompok tani untuk menggunakan benih dari penangkar lokal agar dapat mendukung peningkatan produksi dan ekonomi masyarakat. Pelantikan dan Pengukuhan ini juga dihadiri oleh Kepala Dinas Perkebunan Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Barat, Pengurus KTNA Provinsi Sumatera Barat, Dandim 0311 Pesisir Selatan, Asisten II, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pesisir Selatan, Kepala Dinas Perikanan dan Pangan Kabupaten Pesisir Selatan, Pimpinan Bank Nagari Cabang Painan, Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC), Pejabat dilingkungan Dinas Pertanian Kab. Pesisir Selatan serta Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) se Kabupaten Pesisir Selatan.
Berikan Reaksi Anda
Bagikan Berita
0 Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tulis Komentar
Mohon masukkan nama Anda.
Mohon masukkan email yang valid.
Mohon tulis komentar Anda.