Dinas Pertanian Kabupaten Pesisir Selatan
Populer: Berita Pengaduan PPID
Telepon (0756) 7464085
Email disperta@pesisirselatankab.go.id
Informasi Publik

BPP SUTERA IKUTI REMBUK STUNTING DAN PENYUSUNAN RKP NAGARI LANSANO TARATAK

10 Jul 2024 14:23:17 WIB 16x dibaca
BPP SUTERA
BPP SUTERA IKUTI REMBUK STUNTING DAN PENYUSUNAN RKP NAGARI LANSANO TARATAK
Lansano Taratak, 9 Juli 2024 Nagari Lansano Taratak melaksanakan rembuk stunting dan penyusunan RKP tahun 2025 di kantor wali nagari Lansano Taratak, Kecamatan Sutera. Rembuk stunting merupakan agenda rutin yang wajib dilaksanakan pemerintah nagariu. Apabila tidak melaksanakan maka nagari tersebut illegal untuk memanfaatkan dana nagari. Peserta rembuk stunting dan penyusunan RKP tahun 2025 ini adalah perwakilan Kecamatan, perwakilan BPP, perwakilan Puskesmas, aparatur nagari, pendamping nagari, kader Posyandu, bidan desa, perwakilan KUA dan tokoh masyarakat. Ali Afdal (pendamping nagari) menyatakan bahwa hasil rembuk menjadi dasar penggunaan dana nagari yang pelaksanaannya pada bulan Juli pada tahun berjalan dan ditetapkan bulan September pada tahun berjalan. Selambat-lambatnya ditetapkan pada bulan Nopember tahun berjalan. Sebagai prioritas pemanfaatan dana nagari ini adalah pemenuhan kebutuahan dasr terutama untuk penanganan stunting dan pengembangan asset kesehatan. 20% dana nagari dimanfaatkan untuk ketahanan pangan tanbah Ali Afdal. Untuk pemanfaatan dana ketahanan pangan Ismael (PP Supervisor Kecamatan Sutera) yang didampingi oleh Elvira Nofita, S.Pt, MP (PP WKPP Taratak) menyampaikan bahwa diperlukan adanya penyediaan benih padi bersertifikat dan pelatihan berupa sekolah lapang untuk pembuatan kompos, tanama jajar legowo dan pembuatan pupuk organic cair kepada petani guna meningkatkan kapasitas petani itu sendiri. Pada kesempatan ini bidan desa nagari Lansano Taratak juga menyampaikan bahwa balita yang menderita stunting sampai bulan Juli 2024 sebanyak 20 Orang. Angka ini menunjukan adanya penurunan tingakat stunting di nagari Lansano Taratak disbanding dengan tahun sebelumnya. Guna menekan angka stunting lebih rendah lagi diharapkan adanya pemberian makanan tambahan, edukasi dan promosi kesehatan berupa kelas belajar bagi balita dan ibu hamil, serta adanya pendampingan aktif dari nagari. Ir. Syafri Bahri (ketua Bamus nagaroi lansano Taratak) sangat menyetujui dibentuknya kelas belajar dan promosi kesehatan karena menurut beliau pola asuh anak zaman sekarang sudah mengalami penurunan. Untuk penyusunan RPJM dan RKP tahun 2025 nagari Lansano Taratak dibentuk tim verifikasi sebanyak 7 orang yang berasal dari berbagai unsur masyarakat. By. Penyuluh Asyik
Berikan Reaksi Anda
Bagikan Berita
0 Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tulis Komentar
Mohon masukkan nama Anda.
Mohon masukkan email yang valid.
Mohon tulis komentar Anda.