Dinas Pertanian Kabupaten Pesisir Selatan
Populer: Berita Pengaduan PPID
Telepon (0756) 7464085
Email disperta@pesisirselatankab.go.id
Informasi Publik

ALIH FUNGSI LAHAN SAWAH MENJADI LAHAN KERING

28 Aug 2023 11:19:05 WIB 16x dibaca
BPP RANAH IV HULU TAPAN
ALIH FUNGSI LAHAN SAWAH MENJADI LAHAN KERING
Hari : Senin, 28 Agustus 2023 Lokasi : BPP Rahul Pelaksana : Fitria Agustina, SP. Judul : Alih Fungsi Lahan Sawah menjadi Lahan Kering Alih fungsi lahan dapat di defenisikan sebagai perubahan fungsi sebagian atau keseluruhan kawasan lahan dari fungsi semula ke fungsi lainnya. Alih fungsi lahan sawah merupakan kegiatan yang menjadikan lahan sawah menjadi lahan kering atau untuk infrastruktur. Ditengah masyarakat sudah banyak ditemukan alih fungsi lahan sawah menjadi perumahan, kantor-kantor, pabrik serta dijadikan lahan kering untuk budidaya tanaman hortikultura atau perkebunan. Alih fungsi lahan sawah yang terjadi WKPP Kubu Tapan Nagari Simpang Gunung yaitu dijadikan lahan kering untuk tanaman hortikultura yaitu berupa tanaman sayuran dan buah buahan. Pertanyaan kenapa mereka menjdikan lahan sawah menjadi lahan kering yaitu karena lahan mereka cukup tinggi dan tidak dapat dicapai oleh air. Lahan sawah yang cukup tinggi memang menjadi dilema bagi petani, diolah menjadi sawah idak bisa padahal lokasinya ditengah sawah, tidak diolah merasa rugi. Permasalan air yang tidak sampai juga merupakan alasan terbesar lahan sawah beralih fungsi, setelah dilakukan inspeksi dilapangan memang untuk WKPP Kubu Tapan masalah air menjadi permasalahan terbesar datambah dengan tidak adanya bendungan dan saluran tersier yang permanen. Hal ini yang menjdikan lahan sawah berubah menjadi lahan kering. Upaya pemerintah Nagari Simpang gunung yang sudah dilakukan yaitu dengan menutup kepala bandar (kapalo banda) dan mengalirkan air penuh kelahan sawah, namun karena saluran tersier yang belum permanen menakibatkan air merembes kemana-mana dan tidak dapat mencapai lahan yang cukup tinggi. Penutupan kepala bandar dilakukan secara sederhana dengan menggunakan kayu dan tanah, dikhawatirkan curah hujan yang tinggi dapat memiu jebolnya tanggul yang sudah dibuat dan akan berakibat kurangnya pasokan air kelahan sawah. Kesimpulan : infrastruktur berupa bendungan dan saluran tersier untuk WKPP Kubu Tapan merupakan hal yang sangat krusial/ Penting.
Berikan Reaksi Anda
Bagikan Berita
0 Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tulis Komentar
Mohon masukkan nama Anda.
Mohon masukkan email yang valid.
Mohon tulis komentar Anda.